Hibura
Selasa, 21 Oktober 2025 06:59 WIB

SIS dan Inspirasi Schools tampilkan model pendidikan terjangkau di EdTech Asia Summit 2025

SIS & Inspirasi Schools menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan inklusif saat tampil di EdTech Asia Summit 2025.

SIS & Inspirasi Schools menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan inklusif saat tampil di EdTech Asia Summit 2025 di Singapura, menampilkan model yang menggabungkan standar internasional dengan keterjangkauan bagi keluarga di kota besar dan daerah berkembang.

Pendiri Jaspal Sidhu memaparkan visi Affordable Excellence, yaitu menghadirkan kualitas pendidikan ala Singapura dengan biaya yang dapat dijangkau. Pendekatan ini menekankan ketegasan akademik, relevansi kurikulum, dan kebijakan harga yang memastikan akses luas tanpa mengorbankan hasil belajar.

Salah satu inovasi kunci adalah Half-Fees Model, diakui oleh World Bank Group karena efektivitasnya dalam memperluas akses. Dengan model ini, biaya sekolah berkurang hingga setengah saat membuka kampus baru di kota berbeda, menciptakan inklusivitas dan dampak sosial langsung bagi komunitas yang dilayani.

Setiap kampus terhubung melalui sistem digital terpadu yang memfasilitasi kolaborasi kurikulum dan pemantauan kualitas secara berkelanjutan. SIS juga memperkenalkan EFFECTOR Model, kerangka pengembangan guru berbasis riset bersama Deloitte Singapore yang mengidentifikasi delapan atribut utama efektivitas pengajaran, termasuk humour dan open-mindedness, serta menekankan rekrutmen sikap di atas sekadar keterampilan.

Studi independen dari Cambridge menetapkan SIS dan Inspirasi sebagai tolok ukur global untuk pendidikan internasional yang seimbang antara ketegasan akademik, kesejahteraan siswa, dan keterjangkauan biaya. Keterpaduan model ini didukung oleh kebijakan Indonesia, khususnya desentralisasi dan filosofi Kurikulum Merdeka, yang berperan sebagai katalis pertumbuhan dan adaptasi lokal.

Jaspal mengakhiri sesi dengan mengajak sektor publik, swasta, dan filantropi untuk bergabung memperluas dampak pendidikan inklusif. Blended capital diidentifikasi sebagai kunci skala dan keberlanjutan, menggabungkan tujuan sosial, kebijakan pemerintah, dan investasi swasta untuk mengakselerasi gelombang keterjangkauan pendidikan.