Sains
Rabu, 14 Januari 2026 17:06 WIB

Peneliti kembangkan perangkat VR tanpa baterai, cukup berkedip

Sebuah tim peneliti di Tiongkok menciptakan perangkat unik yang memungkinkan orang dengan keterbatasan gerak menggunakan komputer dan menikmati konten VR.
Sumber: New Atlas

Sebuah tim peneliti di Tiongkok menciptakan perangkat unik yang memungkinkan orang dengan keterbatasan gerak menggunakan komputer dan menikmati konten VR hanya dengan menggerakkan bola mata, dan perangkat ini mendapat tenaga cukup dari kedipan mata.

Dilansir dari New Atlas, tim yakin teknologi ini bisa menggantikan banyak sistem lama yang masih bergantung pada sumber daya eksternal dan sering membuat mata cepat lelah. Perangkat ini digambarkan ringan seperti kacamata biasa, sehingga lebih nyaman dibandingkan perangkat VR yang berat. Teknologi ini juga bisa sangat membantu penderita ALS, yang kesulitan menggerakkan tubuh dan melakukan aktivitas motorik halus.

Sistem ini bisa membaca gerakan kecil bola mata dan menerjemahkannya menjadi perintah. Misalnya, menggerakkan kursor di layar hanya dengan melirik ke kiri, menggulir teks di dunia VR, atau bahkan mengontrol kursi roda untuk bergerak ke arah yang diinginkan, semuanya cukup dengan gerakan mata.

Bagian utama perangkat ini adalah lapisan plastik PDMS yang tipis, fleksibel, transparan, dan aman untuk kulit, dipakai di bola mata seperti lensa kontak. Saat berkedip, kelopak mata bergesekan dengan lensa ini dan menghasilkan listrik statis kecil. Ada juga kacamata khusus dengan lensa berlapis sensor transparan bernama elektroda substrat (terbuat dari ITO) yang menangkap sinyal listrik dari lensa kontak ketika mata bergerak.

Teknologi ini bekerja dengan prinsip triboelectric nanogenerator (TENG), yaitu perangkat yang mengubah gerakan mekanik menjadi listrik lewat listrik statis. Prinsipnya mirip dengan efek balon yang menempel di dinding setelah digosok ke rambut.

Kacamata ini terhubung ke sistem pemrosesan sinyal kecil yang bertugas menyaring gangguan, memperkuat sinyal, dan menerjemahkannya menjadi perintah spesifik, seperti “belok kiri” atau “gerakkan kursor ke atas.”

Para peneliti menguji sistem ini pada kelinci hidup dan bola mata simulasi. Setiap kali pengguna berkedip, gesekan kelopak mata dengan lensa PDMS menghasilkan listrik statis negatif. Lensa ini bisa menyimpan muatan cukup lama, bahkan hingga 10 menit setelah satu kali kedipan.

Pax Insight

Perangkat pelacak mata berbasis TENG buatan Tiongkok membuktikan bahwa sistem pelacak mata yang aman dan bisa dipakai langsung dapat ditenagai hanya dengan kedipan, tanpa baterai atau sumber daya eksternal. Teknologi ini membuka peluang interaksi komputer yang benar-benar bebas tangan, sangat berguna bagi orang dengan keterbatasan gerak seperti penderita ALS, sekaligus menunjukkan potensi besar untuk aplikasi lain seperti teknologi luar angkasa dan kendaraan otonom.