Sains
Selasa, 26 Agustus 2025 08:10 WIB

Micro robot ini bisa hancurkan batu ginjal

Tim peneliti dari University of Waterloo, Kanada, mengembangkan inovasi revolusioner berupa micro-robot magnetik yang dapat melarutkan batu ginjal langsung di tempat.
University of Waterloo

Tim peneliti dari University of Waterloo, Kanada, mengembangkan inovasi revolusioner berupa micro-robot magnetik yang dapat melarutkan batu ginjal langsung di tempat. Dilansir dari New Atlas, robot berukuran sangat kecil ini berpotensi menjadi alternatif untuk operasi invasif dan pengobatan oral yang kurang efektif.

Batu ginjal adalah endapan padat garam dan mineral urin yang dapat menyebabkan rasa nyeri luar biasa saat melewati saluran kemih. Bagi penderita yang mengalami kekambuhan berulang, obat oral sering kali membutuhkan waktu terlalu lama atau bahkan tidak efektif. Dalam kasus batu ginjal yang menyumbat saluran kemih, operasi menjadi satu-satunya pilihan.

Robot ini berbentuk filamen berukuran 1x1x12 mm yang terbuat dari campuran hydrogel/elastomer yang mengandung enzim urease dan dilengkapi micro-magnet di salah satu ujungnya. Dr. Veronika Magdanz dan timnya merancang perangkat ini untuk dimasukkan ke kandung kemih melalui kateter medis.

Setelah berada dalam tubuh, filamen dapat dipantau melalui ultrasound dan digerakkan menggunakan lengan robotik eksternal yang dilengkapi magnet berputar. Saat magnet berputar, filamen akan bergerak maju mundur, mendorong dinding saluran kemih untuk mencapai lokasi batu ginjal.

Setelah mencapai batu ginjal, filamen dihentikan dan dapat dipertahankan posisinya selama beberapa hari menggunakan patch magnetik eksternal yang ditempelkan di kulit. Robot kemudian melepaskan enzim urease ke urin sekitar, meningkatkan pH dari 6 menjadi 7.

Peningkatan pH ini mengurangi keasaman dan menyebabkan batu ginjal melarut secara bertahap. Dalam pengujian menggunakan model 3D saluran kemih manusia, batu ginjal mengalami penurunan berat hingga 30% dalam lima hari, memungkinkan batu lewat dengan relatif tidak menyakitkan.

Yang menarik, peningkatan pH bertahan hingga tiga bulan setelah aplikasi. Tim kini merencanakan studi pada hewan besar sebelum uji klinis manusia.

"Tujuan kami memberikan alternatif efektif untuk metode pengobatan yang ada," ungkap Magdanz. "Kami berharap percepatan pelarutan batu akan meredakan nyeri lebih cepat dan membantu pasien mengeluarkan batu lebih mudah."