Sains
Rabu, 10 Desember 2025 13:01 WIB

Manusia akan lebih cepat tua di Mars

Jika Anda berencana pindah ke Mars di masa depan, bersiaplah untuk menua sedikit lebih cepat.

Jika Anda berencana pindah ke Mars di masa depan, bersiaplah untuk menua sedikit lebih cepat. Menurut Teori Relativitas Albert Einstein, waktu di Planet Merah berjalan lebih cepat dibandingkan di Bumi, tepatnya sekitar 477 mikrodetik (sepersejuta detik) lebih cepat setiap harinya.

Perbedaan ini mungkin terdengar sangat kecil, tetapi dalam dunia fisika presisi dan teknologi navigasi, angka ini adalah masalah besar. Fenomena ini disebut dilasi waktu, di mana waktu tidak berjalan konstan di semua tempat, melainkan dipengaruhi oleh kecepatan gerak dan kekuatan gravitasi, sebagaimana dilansir dari New Atlas.

Di Mars, ada dua faktor utama yang bermain. Pertama, gravitasi Mars jauh lebih lemah daripada Bumi. Menurut teori Einstein, semakin jauh Anda dari sumber gravitasi kuat (seperti Bumi), waktu berjalan semakin cepat. Karena gravitasi Mars lebih lemah, jam di sana berdetak lebih cepat dibanding di Bumi.

Kedua adalah kecepatan orbit. Mars bergerak mengelilingi Matahari, dan kecepatannya bervariasi karena orbitnya yang lonjong. Variasi kecepatan ini membuat perhitungan waktu menjadi sangat rumit.

Peneliti Neil Ashby dan Bijunath Patla dari Institut Nasional Standar dan Teknologi (NIST) Amerika Serikat telah menghitung bahwa rata-rata waktu di Mars berjalan 477 mikrodetik lebih cepat per hari dibanding Bumi. Namun, angka ini tidak tetap; ada fluktuasi sekitar 266 mikrodetik sepanjang tahun Mars karena orbitnya yang tidak bulat sempurna.

Kenapa ini penting? Bayangkan sistem GPS. Satelit GPS di orbit Bumi harus dikoreksi waktunya setiap hari karena efek relativitas. Jika tidak dikoreksi, posisi GPS bisa melenceng beberapa kilometer hanya dalam sehari. Untuk Mars, masalahnya lebih kompleks karena kita sedang membangun jaringan komunikasi antarplanet, semacam internet Tata Surya.

Jika jam di Mars dan Bumi tidak disinkronkan dengan koreksi relativitas yang tepat, pengiriman data navigasi dan komunikasi bisa kacau balau. Paket data internet bisa hilang atau korup, dan pendaratan wahana antariksa bisa meleset dari target sejauh 143 kilometer per hari jika koreksi ini diabaikan.

Penelitian ini, yang dipublikasikan di The Astronomical Journal, memberikan pemahaman fundamental pertama tentang bagaimana waktu sebenarnya berjalan di Mars, pengetahuan krusial sebelum manusia benar-benar membangun koloni di sana.

Pax Insight

Studi tentang waktu di Mars ini menegaskan bahwa "waktu" bukanlah konstanta universal yang kita bayangkan, melainkan variabel lokal yang bergantung pada di mana kita berdiri di alam semesta. Bagi kolonisasi masa depan, ini berarti tantangan sinkronisasi bukan hanya masalah zona waktu jam tangan, tetapi masalah fundamental fisika.

Tanpa koreksi relativitas yang presisi, infrastruktur digital masa depan, mulai dari transaksi perbankan antarplanet hingga pendaratan otonom, akan gagal total. Ini adalah pengingat bahwa semakin jauh kita menjelajah ruang angkasa, semakin kita harus tunduk pada aturan main Einstein yang aneh namun tak terelakkan.