Sains
Senin, 8 September 2025 10:16 WIB

Laser inovatif bisa hubungkan pesawat ke satelit

Optical Communication Terminal (OCT) berukuran 30 cm menggunakan laser 10 watt yang mampu mentransfer data hingga 2,5 Gbps pada jarak 5.500 km.
Sumber: General Atomics

General Atomics Electromagnetic Systems (GA-EMS) dan Kepler Communications mencatatkan terobosan monumental dalam teknologi komunikasi dengan berhasil menghubungkan pesawat terbang dan satelit orbit rendah menggunakan sistem laser, sebagaimana dilanisr dari New Atlas. Uji coba revolusioner ini dilakukan dengan pesawat De Havilland Canada DHC-6 Twin Otter yang dipasang terminal komunikasi optik untuk berkomunikasi dengan satelit Kepler di orbit Bumi.

Sistem komunikasi radio tradisional memiliki bandwidth terbatas yang hanya dapat menangani volume data tertentu per detik. Masalah ini sudah akut dalam eksplorasi ruang angkasa, di mana wahana luar angkasa dapat mengumpulkan data dalam hitungan menit namun butuh berhari-hari untuk mengirimkannya ke Bumi menggunakan sistem radio kuno.

Optical Communication Terminal (OCT) berukuran 30 cm menggunakan laser 10 watt yang mampu mentransfer data hingga 2,5 Gbps pada jarak 5.500 km. Selama pengujian, sistem berhasil mencapai kecepatan transfer 1 Gbps dengan kemampuan pelacakan satelit pada 25 derajat per detik.

Mempertahankan koneksi laser line-of-sight dari pesawat yang bergerak dinamis jauh lebih rumit dibandingkan stasiun darat atau kapal. Pesawat yang berputar dan bermanuver di udara harus tetap mempertahankan komunikasi dengan satelit yang meluncur menuju horison, tantangan teknis yang sangat kompleks.

OCT berhasil melakukan pointing, acquisition, tracking, dan lock dengan satelit Kepler yang kompatible dengan standar Space Development Agency (SDA) Tranche 0, memvalidasi kemampuan interoperabilitas sistem dari vendor berbeda.

Teknologi ini krusial bagi Proliferated Warfighter Space Architecture yang dikembangkan SDA, di mana prajurit modern terhubung dalam jaringan digital global dengan aliran data masif. Sinar laser yang sangat sempit memberikan keamanan superior karena sulit disadap, berbeda dengan gelombang radio yang mudah diintercept.

Scott Forney, presiden GA-EMS, menyatakan bahwa OCT dirancang untuk menutup celah komunikasi dan memungkinkan transfer data aman untuk mendukung misi taktis dan operasional. Langkah selanjutnya adalah mengoperasionalkan teknologi ini dalam demonstrasi Tranche 1 pada 2026.

Keberhasilan ini menandai era baru komunikasi antariksa di mana konektivitas real-time lintas domain udara-laut-darat-antariksa menjadi kenyataan, memberikan kemampuan transfer data berkecepatan tinggi yang revolusioner bagi operasi militer dan komersial masa depan.