Sains
Senin, 19 Januari 2026 19:54 WIB

Cahaya kini bisa perbaiki jaringan otak rusak

Teknologi optogenetika, yang selama ini banyak digunakan di laboratorium, kini mulai menunjukkan potensi besar untuk mengubah cara gangguan saraf diobati.
Ilustrasi: Pinterest

Teknologi optogenetika, yang selama ini banyak digunakan di laboratorium, kini mulai menunjukkan potensi besar untuk mengubah cara gangguan saraf diobati. Penelitian awal menunjukkan bahwa sirkuit saraf bisa diatur dengan tingkat presisi tinggi untuk menangani kondisi seperti nyeri kronis dan epilepsi, sebagaimana dilansir dari New Atlas.

Optogenetika bekerja dengan membuat sel saraf tertentu bisa merespons cahaya. Caranya, peneliti memasukkan gen yang menghasilkan protein sensitif cahaya (opsin) ke dalam neuron yang dipilih. Saat cahaya mengenai sel tersebut, ia bertindak seperti saklar: menyalakan atau mematikan aktivitas sel sesuai kebutuhan. Berbeda dengan obat yang menyebar ke seluruh otak, optogenetika bekerja seperti dimmer lampu yang hanya mengatur kabel tertentu, sehingga bisa menargetkan sel spesifik tanpa mengganggu jaringan lain.

Presisi ini menjadikan optogenetika sangat berguna dalam riset dasar dan kini menarik perhatian dokter serta ilmuwan. Banyak gangguan saraf ternyata bukan disebabkan kerusakan seluruh bagian otak, melainkan masalah pada jaringan tertentu: sel yang terlalu aktif, terlalu lemah, atau menyala di waktu yang salah.

Nyeri kronis menjadi target awal yang paling realistis. Tidak seperti gangguan psikiatri yang kompleks, banyak jenis nyeri neuropati berasal dari saraf perifer yang jelas lokasinya dan lebih mudah dijangkau untuk terapi gen dan cahaya.

Perusahaan Modulight Biotherapeutics di Boston sedang mengembangkan metode untuk menargetkan saraf trigeminal, saraf utama di wajah yang bisa menimbulkan nyeri hebat bila rusak. Dalam prosedur rawat jalan, dokter akan menyuntikkan gen opsin ke saraf melalui celah alami di tengkorak. Setelah itu, cahaya berintensitas rendah, baik dari luar maupun lewat serat optik yang ditanamkan, akan digunakan untuk menekan sinyal nyeri. Uji coba manusia tahap awal diperkirakan berlangsung dalam dua tahun ke depan.

Selain nyeri, penelitian juga mengarah pada pemulihan penglihatan parsial dengan memasukkan opsin ke sel retina. Pendekatan ini sudah masuk tahap uji coba manusia, meski tantangan teknis masih besar, terutama soal keamanan pengiriman gen dan kestabilan ekspresi jangka panjang.

Pax Insight

Optogenetika membawa perubahan besar dalam dunia pengobatan saraf. Alih-alih hanya menekan gejala, teknologi ini menawarkan intervensi presisi yang menargetkan sirkuit saraf tertentu. Dengan cara ini, penyakit neurologis yang selama ini sulit ditangani bisa memiliki peluang terapi yang lebih efektif di masa depan.