Sains
Senin, 1 Desember 2025 18:06 WIB

Bandara terapung tenaga surya hadir untuk taksi udara

AutoFlight Aviation Technology menemukan solusi kreatif dengan mengembangkan bandara terapung bertenaga surya.
Sumber: AutoFlight

Taksi udara berteknologi helikopter modern kian menjadi mimpi kenyataan, namun masalah besar masih tersisa: ke mana mereka harus mendarat? AutoFlight Aviation Technology menemukan solusi kreatif dengan mengembangkan bandara terapung bertenaga surya bernama Integrated Sea–Air Low-Altitude Economy Solution. Sesuai namanya, bandara ini adalah sebuah kapal yang dapat dipindahkan ke lokasi mana pun di dekat tepi air sesuai kebutuhan, sebagaimana dilansir dari New Atlas.

Masalah taksi udara berasal dari sejarah. Pada 1940-1950, helikopter penumpang menjanjikan revolusi perjalanan dengan memotong kemacetan kota, terbang dari bandara ke pusat kota hanya dalam hitungan menit, bukan jam. Namun industri ini ambruk karena terbatas hanya pada beberapa helipad di atap gedung pencakar langit atau dermaga bekas. Hasilnya, malah menciptakan bottleneck baru.

Bandara terapung AutoFlight memiliki desain sederhana namun inovatif. Strukturnya terdiri dari landasan pendaratan yang ditutupi panel surya dan kabin yang berfungsi ganda sebagai ruang tunggu penumpang dan ruang teknis. Kapal ini cukup besar untuk menangani pesawat penumpang Prosperity I berkapasitas enam orang, serta pesawat kargo dan komersial White Shark dan CarryAll.

Keunggulan utama bandara ini adalah fleksibilitas. Berkat sifatnya yang mobile, bandara dapat dipindahkan sesuai kebutuhan, berguna untuk maintenance offshore, operasi search and rescue, bahkan pariwisata udara. Beberapa bandara terapung juga bisa digerombolkan dengan cepat untuk merespons lonjakan permintaan penumpang atau kargo mendadak.

AutoFlight mendemonstrasikan inovasi ini pada 22 November 2025 di Danau Dianshan, Shanghai. Demonstrasi ini menunjukkan bahwa konsep bandara terapung sudah melampaui tahap teoritis dan bisa diterapkan secara praktis. Meski masih ada pertanyaan logistik, seperti bagaimana penumpang keluar dari kapal, konsep ini menawarkan jawaban nyata atas tantangan infrastruktur taksi udara.

Pax Insight

Bandara terapung tenaga surya mendemonstrasikan mindset baru dalam transportasi perkotaan: jika infrastruktur tetap terbatas, buatlah infrastruktur bergerak. Solusi AutoFlight tidak hanya mengatasi masalah landing, tetapi juga membuka kemungkinan deployment yang fleksibel sesuai musim pariwisata atau bencana alam. Ini menunjukkan bahwa masa depan mobilitas urban bukan hanya tentang teknologi pesawat yang canggih, tetapi juga ekosistem infrastruktur yang adaptif dan cerdas untuk mendukungnya.