Kisah
Rabu, 17 Desember 2025 12:03 WIB

Ternyata gaji Tim Cook tidak sebesar beberapa CEO perusahaan lain

Meskipun menjadikan Apple perusahaan USD4 triliun pertama di dunia dan menjabat lebih lama dari Steve Jobs, gaji tahunan Tim Cook tidak sebesar CEO perusahaan teknologi lainnya di AS.
Tim Cook

Tim Cook kini sudah mengungguli Steve Jobs sebagai CEO Apple dengan masa jabatan terlama, yakni selama sekitar 14 tahun. Selama dirinya menjabat, sudah banyak pencapaian yang dia dapatkan, yang beberapa diantaranya adalah pencapaian yang tidak main-main.

Sebagai CEO perusahaan teknologi yang berbasis di California ini, Cook telah mengubah entitas perusahaan yang awalnya bernilai miliaran dolar menjadi perusahaan USD4 triliun atau sekitar Rp62.000 triliun pertama di dunia. Oleh karena itu, banyak yang berfikir bahwa gaji Cook sangat mahal. Tapi, kenyataannya tidak seperti yang mereka pikirkan.

Lebih Rendah dari CEO Pesaing

Dilansir dari laman Wccftech (17/12), laporan terbaru menyebutkan bahwa take-home pay tahunan Cook adalah sebesar USD74,6 juta atau sekitar Rp1.156,3 miliar. Meskipun angka ini bikin dia masuk sebagai Chief Executive dengan bayaran tertinggi ketujuh di AS, nominalnya ternyata gak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan CEO perusahaan raksasa lainnya.

Sebagai contoh, CEO Microsoft, Satya Nadella, yang perusahaannya bernilai USD3,53 triliun atau sekitar Rp54.715 triliun, memiliki gaji tahunan sebesar USD79,1 juta atau sekitar Rp1.226,05 miliar. Bahkan bos Starbucks, Brian Niccol, dapet USD95,8 juta atau sekitar Rp1.485,9 miliar per tahun.

Meskipun gajinya relatif "rendah" di antara para elit CEO, Tim Cook mendapatkan kompensasi rata-rata tahunan yang didapat oleh warga AS hanya dalam waktu tujuh jam. Gajinya yang besar ini memungkinkan dia membeli rumah baru senilai USD439.000 atau sekitar Rp6,7 miliar hanya dalam dua hari.

Nah kalau berbicara mengenai CEO dengan gaji tertinggi, Rick Smith dari Axon adalah CEO di AS yang memilikai gaji tertinggi. Dia yang membawa pulang kompensasi tahunan sebesar USD164,5 juta atau sekitar Rp2,5 triliun. Perlu diingat, angka-angka ini hanyalah estimasi, dan gaji CEO emang terikat pada kinerja mereka dan ketentuan kontrak lainnya. Namun, kinerja Cook beneran ngasih alasan kenapa dia pantas dapet kompensasi yang lebih tinggi.

Di luar angka-angka yang fantastis itu, Tim Cook juga telah menunjukkan moralitas yang luar biasa. Pada tahun 2023, ia secara sukarela mengambil potongan gaji sebesar 40% untuk mencegah PHK yang tidak perlu di perusahaannya. Aksi ini bikin dia dihormati, karena menunjukkan dedikasi yang mendalam gak hanya pada profit, tetapi juga pada karyawannya.

Pax Insight

Kisah gaji Tim Cook menjadi menarik karena menunjukkan bahwa gaji CEO di level tertinggi gak selalu berbanding lurus dengan nilai pasar perusahaannya, terutama jika ada pertimbangan moral dan sustainability jangka panjang. Meskipun gajinya 'lebih rendah' dari pesaing, impact Cook terhadap Apple secara finansial dan etis udah menempatkannya di tier yang berbeda.

Selain itu, selama 14 tahun mendedikasikan dirinya, Tim Cook berhasil meningkatkan nilai Apple sebesar 13.900 persen, sebuah angka yang bikin jaw-dropping. Kinerja luar biasa ini udah cukup mengonfirmasi mengapa dia layak mendapatkan kompensasi yang jauh lebih tinggi. Di bawah kepemimpinan Cook, Apple juga mencatat rekor pendapatan USD124,3 miliar atau sekitar Rp1.926,65 triliun pada fiskal Q1 2025, dan diprediksi akan terlampaui di Q1 2026.