AI
Senin, 1 Juni 2026 14:03 WIB

Google Drive kini bisa scan banyak dokumen sekaligus

Google membawa pembaruan fitur ke Drive, kini bisa scan banyak dokumen sekaligus.
Ilustrasi: Pinterest

Google secara resmi meluncurkan pembaruan desain dan teknologi besar-besaran untuk fitur pemindai dokumen di ekosistem Android. Pengumuman yang disampaikan langsung oleh Presiden Ekosistem Android di Google Sameer Samat ini digulirkan untuk menyelesaikan berbagai masalah klasik, yang sering membuat pengguna frustrasi seperti proses memindai halaman satu per satu hasil tangkapan yang buram hingga ketidaksengajaan memindai dokumen yang sama berulang kali.

Pemanfaatan AI yang semakin jauh

 

Perombakan ini mengubah aktivitas pemindaian dokumen lewat ponsel pintar menjadi proses yang sepenuhnya otomatis instan dan cerdas. Berkat integrasi sistem yang tertanam langsung di dalam komponen Google Play Services keunggulan fitur baru ini juga dapat dinikmati oleh para pengguna di dalam aplikasi Files by Google bukan hanya terbatas pada aplikasi Google Drive saja.

Apa saja yang ditawarkan Google?

  • Teknologi Smart Batch Scanning: Menjadi perubahan paling masif di mana pengguna tidak perlu lagi menekan tombol tangkap gambar untuk setiap halaman dokumen. Pengguna cukup mengarahkan kamera ponsel di atas tumpukan dokumen yang tertata di atas meja atau tempat tidur layaknya sedang merekam sebuah video. Sistem pintar akan langsung mengidentifikasi setiap lembaran dan memisahkannya menjadi dokumen individu secara otomatis.
  • Kendali Fleksibilitas Pemindaian: Di dalam menu perekaman video pemindai tersedia tombol jeda khusus untuk menonaktifkan fungsi pemindaian otomatis di tengah sesi kerja. Pengguna juga disediakan alat pemilih dokumen sistem untuk memasukkan foto dokumen yang sudah diambil sebelumnya di dalam galeri harian.
  • Fitur Auto-Best Frame: Berfungsi sebagai solusi otomatis untuk mengeliminasi hasil foto yang buram atau kabur. Sistem akan secara mandiri mendeteksi dan mengganti gambar yang buram dengan bingkai frame paling tajam yang tersedia dari rekaman yang ditangkap oleh kamera ponsel.
  • Fitur Duplicate Detection: Sistem cerdas ini bertugas mendeteksi halaman atau lembaran dokumen yang tidak sengaja terindeks atau terpindai sebanyak dua kali oleh pengguna. Ketika mendeteksi adanya kesamaan sistem akan langsung melewati dokumen duplikat tersebut secara otomatis.
  • Penyegaran Antarmuka Baru: Google merombak total tampilan visual pemindai dengan menghapus ikon corong laboratorium lama di sudut kanan atas. Desain tersebut diganti dengan tampilan jendela bidik yang jauh lebih bersih memanfaatkan bahasa desain Material 3 Expressive.
  • Batasan Spesifikasi Perangkat Keras: Seluruh proses pemindaian otomatis yang canggih ini dieksekusi sepenuhnya secara lokal di dalam perangkat atau on-device processing. Keuntungannya adalah sistem ini dapat bekerja tanpa koneksi internet atau offline serta menjaga dokumen Anda tetap aman tanpa terunggah ke server komputasi awan milik Google. Namun konsekuensinya perangkat Android Anda wajib memiliki kapasitas memori RAM minimal sebesar 8GB agar bisa mengaktifkan fitur ini.

Pax insight

Melalui optimalisasi kecerdasan buatan lokal Google berhasil menciptakan alat produktivitas yang sangat responsif dan aman bagi privasi pengguna. Pengguna gawai Android kelas menengah ke atas yang sudah memenuhi standar minimum memori RAM 8GB dapat langsung memperbarui aplikasi mereka untuk menikmati kelancaran manajemen dokumen harian ini secara gratis.