Kisah
Senin, 2 Maret 2026 22:53 WIB

Bos Samsung: Asia Tenggara adalah kunci masa depan Galaxy AI

TM Roh sebut SEAO jadi wilayah kuncu masa depan Galaxy AI, buat pusat R&D dan dapat prioritas penjualan perangkat.

Menyusul peluncuran lini Galaxy S26 di Galaxy Unpacked San Francisco, CEO Samsung, TM Roh, menyoroti Asia Tenggara dan Oseania (SEAO) sebagai salah satu pasar paling dinamis di dunia. Saat ini, 9 dari 10 anak muda di kawasan tersebut sudah menggunakan kecerdasan buatan (AI) di ponsel mereka setiap hari.

Kenapa ini penting?

Kecepatan adopsi inovasi ini membuat Samsung menempatkan kawasan Asia Tenggara sebagai wilayah kunci untuk pengembangan AI di masa depan. Untuk memastikan fitur ini relevan, Samsung berinvestasi pada lokalisasi bahasa dan konteks budaya melalui tiga pusat R&D yang berlokasi di Indonesia, Vietnam, dan Filipina.

Di pusat R&D ini, berikut fokus yang akan mereka lakukan :

Agentic AI: Konsumen di kawasan ini memiliki ekspektasi teknologi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, Galaxy S26 difokuskan pada AI yang bekerja cerdas di latar belakang untuk menyelesaikan tugas harian secara natural dan otomatis, memangkas upaya manual dari pengguna.

Dominasi Model Ultra: TM Roh mengungkapkan bahwa 67% dari total penjualan generasi sebelumnya (Galaxy S25 Series) di kawasan SEAO didominasi oleh model Ultra. Hal ini membuktikan tingginya daya beli dan minat konsumen Asia Tenggara terhadap pengalaman smartphone paling premium.

Jadwal Rilis: Meskipun Indonesia menjadi salah satu basis R&D untuk lokalisasi AI-nya, peluncuran Galaxy S26 tahap pertama di kawasan ini baru akan difokuskan di lima negara, yaitu Thailand, Australia, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Sayangnya, Indonesia seakan masih dianaktirikan.

Pax insight

Samsung sangat menyadari bahwa pasar Asia Tenggara tidak lagi sekadar menjadi konsumen pasif, melainkan pengadopsi awal teknologi masa depan yang kritis. Galaxy S26 Series hadir sebagai jawaban langsung atas tingginya tuntutan performa dan kecanggihan perangkat seluler di kawasan ini.

Semoga kedepannya, Indonesia akan menjadi salah satu wilayan yang mendapatkan prioritas penjualan perdana perangkat terbaru Samsung, bukan hanya 5 wilayah yang sudah tercantum saat ini.