Gawai
Senin, 2 Maret 2026 15:01 WIB

Samsung berambisi punya AI-driven factories pada 2030

Samsung ingin membawa pengalaman agentic AI di perangkat pintar mereka ke pabrik dengan membuat AI-driven factories pada 2030.

Pada 1 Maret 2026, Samsung mengumumkan visi ambisius untuk menyulap seluruh fasilitas produksinya di dunia menjadi "AI-driven factories" pada tahun 2030. Ini bukan sekadar otomatisasi mesin tradisional, melainkan penciptaan ekosistem pabrik yang mampu mengambil keputusan secara mandiri.

Keputusan yang tak mudah

Menghadapi naiknya biaya tenaga kerja dan rantai pasok yang makin rumit, Samsung membawa konsep agentic AI dari perangkat konsumen seperti di Galaxy S26 ke lantai pabrik. AI jenis ini dirancang untuk bisa merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi tugas secara mandiri tanpa campur tangan manusia, demi mendongkrak efisiensi dan memangkas biaya operasional jangka panjang.

Mereka akan membentuk tiga divisi robot, dimana mereka akan memperluas penggunaan robot industrinya ke dalam tiga kategori utama yaitu robot operasi yang akan mengelola jalur produksi/fasilitas, robot logistik yang akan mengangkut material, dan robot perakitan yang bertugas sebagai manufaktur yang presisi.

Samsung juga menyebut bahwa pengerahan robot humanoid ini diakukan untuk tugas yang lebih kompleks dan membutuhkan ketangkasan layaknya manusia. Salah satu "karyawan" baru yang diprediksi akan turun ke lantai pabrik adalah RB-Y1, robot beroda dengan lengan ganda hasil pengembangan dari Rainbow Robotics.

Pax insight

Rencana ini menegaskan bahwa Samsung serius membangun masa depan manufaktur yang otonom. Namun, untuk saat ini, hal tersebut masih berupa peta jalan. Tantangan terbesarnya bukan pada teknologinya, melainkan pada eksekusi, bagaimana memastikan robot dan AI ini benar-benar andal serta masuk akal secara ekonomi untuk diterapkan di puluhan pabrik global mereka menuju 2030.