CD Projekt Red kembali jadi sorotan berkat kabar terbaru dari The Witcher 3HD Reworked Project. Versi terbaru mod visual legendaris ini, bertajuk NextGen Edition 2026, resmi diumumkan lewat trailer baru di YouTube.
Dilansir dari laman Wccftech (11/11), modder terkenal Halk Hogan, yang juga otak di balik proyek ini mengatakan bahwa versi terbaru akan membawa peningkatkan signifikan dalam semua aspek tampilan. Banyak objek, tekstur, dan permukaan yang sebelumnya tampak datar akan tampak lebih realistik dengan kedalaman 3D.
Perbandingan antara tampilan The Witcher 3 saat ini dan versi NextGen HDRP 2026 ditujukkan dalam trailer yang dirilis. Hasilnya bikin kagum, setiap batu, tanah, hingga kulit monster tampak jauh lebih hidup dan detail.
Halk Hogan juga menyebut, banyak area dan elemen yang dulu belum tersentuh kini diperbarui total. Selain itu, berbagai jenis monster dan hewan juga akan mendapatkan desain ulang agar tampil lebih organik dan sesuai dengan dunia The Witcher 3.
Buat yang belum tahu, HD Reworked Project adalah mod grafis paling populer untuk game ini. Bahkan, karena kualitas karya Halk Hogan, CD Projekt Red secara resmi memasukkan versi lama mereka ke dalam Update Next-Gen untuk PS5 dan CXbox Series X.
Namun, Halk Hogan tidak berhenti di situ. Setelah perilisan versi resmi dari CDPR, ia kembali mengerjakan versi yang lebih gila demi menghadirkan pengalaman visual yang benar-benar maksimal, bahkan untuk standar 4K modern sekalipun. Sementara versi terbaru The Witcher 3 HD Reworked Project NextGen Edition 2026 akan dirilis tahun depan, pemain PC masih dapat mengunduh versi saat ini melalui situs Nexus Mods.
Pax Insight
Popularitas mod seperti The Witcher 3 HDRP menunjukkan betapa kuatnya komunitas gamer di seluruh dunia. Banyak kreator juga mulai membuat mod serupa untuk game populer seperti GTA V dan Skyrim. Dengan meningkatnya minat pada game PC dan teknologi grafis di kalangan anak muda, proyek seperti ini bisa jadi inspirasi buat kreator Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam dunia modding global, apalagi kalau sampai diakui resmi seperti karya Halk Hogan.



