AI
Selasa, 11 November 2025 13:03 WIB

Microsoft Elevate 2.0 meluncur, targetkan 500 ribu talenta

Microsoft Elevate meluncurkan tahun kedua program AI training, menargetkan 500.000 talenta bersertifikat AI (guru, leader nirlaba, dan penggerak komunitas) untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Microsoft

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Microsoft Indonesia kembali gaspol dengan meluncurkan tahun kedua inisiatif pelatihan kecerdasan buatan (AI) mereka, Microsoft Elevate. Program yang sebelumnya dikenal sebagai elevAIte Indonesia ini sudah membekali lebih dari 1,2 juta peserta dengan keterampilan AI sejak diluncurkan Desember 2024.

Memasuki tahun keduanya, Elevate berfokus untuk memberdayakan para “pahlawan masa kini” yang mendorong inovasi AI berbasis manusia. Targetnya nggak main-main: melatih 500.000 talenta bersertifikat AI—khususnya para pengajar, pemimpin organisasi nirlaba, dan tokoh penggerak komunitas—pada tahun 2026.

Microsoft Elevate berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang lebih deep dan relevan melalui kolaborasi lintas sektor. Tujuannya adalah membekali masyarakat Indonesia dengan skill, tool, dan pengetahuan yang krusial agar dapat berkembang di era AI serta berkontribusi pada terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen ini selaras dengan laporan IDC (September 2025) yang memproyeksikan bahwa setiap USD1 yang diinvestasikan untuk peningkatan keterampilan AI berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru sebesar USD75 bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2030.

Kolaborasi Komdigi: Menyiapkan SDM Tangguh dan Adaptif

Pemerintah melalui Boni Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menyambut baik inisiatif ini. Boni menyampaikan bahwa semangat keberlanjutan dalam pembangunan talenta digital adalah prioritas utama, sejalan dengan transformasi digital nasional. Komdigi, melalui program unggulannya dalam ekosistem DigiTalent (seperti Professional Academy dan Fresh Graduate Academy), terus berinovasi. Dukungan terhadap Microsoft Elevate diharapkan dapat mengembangkan talenta-talenta terbaik bangsa untuk memberi dampak positif dan mampu menghadapi tantangan era digital.

Tagline program tahun ini, “Bergerak, Hadirkan Dampak”, mencerminkan tujuan untuk mendorong peserta agar nggak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkan AI dalam konteks nyata. Dengan pendekatan 40% pembelajaran dan 60% praktik, program ini memanfaatkan berbagai tool Microsoft seperti Copilot dan Minecraft Education.

Fokusnya, seperti yang disampaikan Arief Suseno (Elevate Skills Director, Microsoft), adalah membantu individu dan organisasi mengaplikasikan keterampilan AI untuk menyelesaikan tantangan riil dan mendorong transformasi bermakna di komunitas mereka.

Pilar 1: Solusi Inovatif untuk Pendidikan, dari Guru hingga LPDP

Pilar pertama program berfokus pada pendidikan. Melalui kolaborasi dengan mitra seperti Biji-biji Initiative, NUCare, Yayasan Mata Garuda, dan Alkademi, Microsoft Elevate menghadirkan program AI Teaching Power dan AI Coding for Educators untuk melatih guru dan siswa. Program yang didukung Kemdikbudristek ini akan ditutup dengan AI coding challenge nasional menggunakan Minecraft Education. Selain itu, para penerima beasiswa LPDP melalui Yayasan Mata Garuda akan berperan sebagai mentor, memberikan pelatihan dan pendampingan keterampilan AI dan digital kepada komunitas lokal di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Pilar 2: Upskilling Inklusif untuk Ekonomi AI dan Kebutuhan Pasar

Pilar kedua bertujuan memberdayakan masyarakat dengan keterampilan AI yang inklusif untuk berkembang di era ekonomi AI. Ini menjawab laporan Microsoft Work Trend Index 2025 yang menyebut permintaan terhadap tenaga kerja berketerampilan AI terus meningkat. Kolaborasi dilakukan dengan mitra beragam: Fokus Target (sektor ekonomi kreatif), Alunjiva (kelompok rentan, disabilitas, dan UMKM perempuan), GreatNusa/BINUS University (mahasiswa dan profesional), dan Dicoding (IT professional dan developer). Dicoding bahkan mendirikan Elevate Training Center untuk memperdalam kompetensi teknis di berbagai platform AI dan cloud Microsoft.

Pilar 3 dan Kisah Inspiratif: AI for Good di SLB IDAYU Malang

Pilar ketiga berfokus mendukung pengambilan keputusan berbasis data di sektor pemerintahan melalui pelatihan dan advokasi, bekerja sama dengan BINAR dan AMANA Solutions serta Kemenko PMK. Komitmen ini didukung oleh kisah inspiratif seperti Anis Damayanti, Kepala Sekolah SLB IDAYU Malang, Jawa Timur. Setelah mengikuti pelatihan, Anis mempelopori inovasi inklusif dengan mengintegrasikan AI ke dalam pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus, menggunakan tool seperti Scratch Junior dan inovasi adaptif seperti tongkat pintar dengan fitur audio. Kisah ini membuktikan bahwa AI nggak hanya tentang teknologi, tetapi tentang transformasi yang memberdayakan setiap individu di masyarakat.