Hibura
Kamis, 4 Desember 2025 11:29 WIB

Roblox diblokir Rusia, dituding sebarkan propaganda LGBT

Rusia resmi memblokir platform game populer Roblox. Alasan: penyebaran materi ekstremis dan “propaganda LGBT” yang melanggar aturan lokal.

Pemerintah Rusia resmi memblokir platform game populer Roblox. Badan Komunikasi Rusia, Roskomnadzor, menuduh Roblox menyebarkan materi ekstremis dan “propaganda LGBT” yang dianggap melanggar aturan setempat.

Dilansir dari laman Engadget (04/12), Pemerintah setempat menyebut konten yang ada di Roblox dapat berdampak buruk pada perkembangan moral anak-anak. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari aturan ketat Rusia terhadap apa yang mereka sebut sebagai promosi hubungan “non-tradisional”.

Langkah pemblokiran ini mengikuti tindakan sebelumnya terhadap aplikasi lain yang dianggap melanggar aturan serupa. Misalnya, Duolingo sempat ditekan untuk menghapus konten yang dianggap melanggar hukum propaganda LGBT di Rusia.

 

 

Terlepas dari masalah politik di Rusia, Roblox sering menjadi perhatian dunia karena masalah keamanan anak. Irak dan Turki juga pernah melarang platform ini karena kekhawatiran tentang predator online di dalam game.

Meskipun diblokir di beberapa negara, Roblox tetap menjadi salah satu platform hiburan terbesar di dunia dengan lebih dari 151 juta pengguna aktif setiap hari pada kuartal ketiga tahun ini.

Pax Insight 
Isu pemblokiran Roblox di Rusia ini nunjukin gimana geopolitik bisa berdampak langsung ke platform gaming yang populer di kalangan anak muda. Meskipun alasannya politis dan berkaitan dengan regulasi anti-LGBT, ini tetep jadi pengingat krusial soal pentingnya keamanan konten dan verifikasi usia. Apalagi di platform besar kayak Roblox yang banyak dipakai anak-anak.

Larangan ini mungkin nggak berdampak langsung bagi gamer Indonesia. Tetapi tetap perlu waspada dengan siapa mereka berinteraksi di dunia virtual. Edukasi soal fitur keamanan, laporan konten, dan batasan interaksi jelas jadi hal yang penting.