Microsoft dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menghapus peluncuran Call of Duty tahun 2026 dari Xbox Game Pass. Langkah ini cukup mengejutkan mengingat mereka baru saja memasukkan seri Black Ops 6 pada tahun 2024 ke dalam layanan tersebut pascaakuisisi Activision Blizzard.
Keputusan yang cukup mengejutkan
Kehadiran waralaba raksasa ini di Game Pass ternyata merugikan kedua belah pihak. Sistem pembagian pendapatan dari layanan langganan menyedot dana yang seharusnya digunakan untuk membuat konten baru Call of Duty. Pada saat yang sama ketersediaan gim ini secara murah juga merusak model bisnis penjualan langsung dari gim tersebut.
Kenapa ini terjadi?
- Harga Langganan: Microsoft sempat menaikkan harga Game Pass Ultimate sebesar 50 persen pada Oktober lalu menjadi sekitar Rp480.000 atau setara $30 khusus untuk menyertakan gim ini. Jika Call of Duty benar dihapus dari layanan maka Microsoft kemungkinan besar harus memangkas kembali harga berlangganan tersebut.
- Paket Murah Baru: Penambang data menemukan bukti dua paket Game Pass baru dengan nama sandi Triton dan Duet. Kedua paket ini akan menjadi opsi yang lebih murah karena hanya menawarkan akses eksklusif ke gim buatan studio pihak pertama.
- Beban Finansial: Model bisnis Game Pass membuat pemeliharaan gim berskala raksasa menjadi sangat sulit karena pembaruan konten baru secara rutin sangat dibutuhkan untuk mencegah pemain berhenti berlangganan.
Pax insight
Strategi awal Microsoft untuk menjadikan Game Pass sebagai pusat ekosistem gim mereka tampaknya mulai menunjukkan celah. Mengeluarkan Call of Duty dari layanan serta merilis paket langganan baru yang lebih terjangkau mungkin menjadi langkah krusial perusahaan untuk menyelamatkan stabilitas keuangan mereka.



