Meta dikabarkan menghentikan rencana untuk meluncurkan headset VR pihak ketiga bersama raksasa teknologi ASUS dan Lenovo. Namun, Meta sempat berjanji akan meluncurkan sistem operasi Horizon OS untuk produsen lain selain Meta Quest pada 2024.
Dilansir dari laman Engadget (18/12), laporan dari Road to VR menyatakan bahwa program besar tersebut saat ini dalam status "paused" atau ditunda. Hal ini dikonfirmasi oleh Meta karena mereka ingin memfokuskan sumber daya mereka pada pengembangan software dan hardware first-party yang lebih penting.
ASUS dan Lenovo belum memberikan tanggapan resmi terkait keputusan cepat tersebut. Sejak pengumuman awal, kedua perusahaan ini tidak banyak memberikan informasi tentang kemajuan perangkat VR mereka.
Padahal, ASUS sebelumnya sudah berencana merilis headset VR khusus gaming performa tinggi di bawah brand Republic of Gamers (ROG). Sementara itu, Lenovo dikabarkan tengah menyiapkan perangkat mixed reality yang menargetkan sektor produktivitas dan hiburan.
Dengan mempertimbangkan perkembangan pasar belakangan ini, langkah Meta ini tidak terlalu mengejutkan. Dibandingkan dengan produk smart glasses yang semakin populer saat ini, topik VR tidak terlalu banyak dibahas pada ajang Meta Connect tahun ini.
Laporan lain juga menyebutkan bahwa Meta sedang memangkas tim yang menangani VR dan Horizon Worlds. Meta mengakui tengah mengalihkan investasi besar mereka dari konsep Metaverse ke arah AI glasses dan wearable yang dinilai punya momentum pasar lebih menjanjikan.
Pax Insight
Keputusan Meta ini menunjukkan bahwa tren dunia virtual (Metaverse) mulai kehilangan popularitas dibandingkan teknologi yang dapat digunakan setiap hari, seperti kacamata AI. Dengan demikian, Meta akan lebih bersemangat untuk produk seperti kacamata pintar daripada headset VR yang berat. Sayang sekali, meskipun headset VR ROG akan sangat menarik bagi para gamer lokal.



