Developer game open world Crimson Desert, Pearl Abyss, merilis permintaan maaf setelah para pemain menemukan sejumlah aset dalam game tersebut dibuat oleh AI.
Permintaan maaf itu pun dilayangkan oleh Pearl Abyss melalui akun media sosial resminya. Dalam permintaan maaf tersebut, perusahaan mengaku memang bereksperimen dengan tool AI untuk beberapa properti visual, tapi lupa menggantinya sebelum hari peluncuran.
Kenapa ini penting?
Transparansi pemakaain AI saat ini memang menjadi standar integritas bagi developer game. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan bisa berujung pada sanksi serius.
Salah satunya dialami oleh Sandfall Interactive. Gelar Game of the Year dari Indie Game Awards untuk Clair Obscur: Expedition 33 dicabut karena ketahuan memakai AI generatif.
AI di Crimson Desert
Laporan: Laporan dari pemain yang mendeteksi penggunaan AI di Crimson Desert dilakukan hanya satu hari setelah rilis.
Perubahan Status: Pearl Abyss kini telah menambahkan label keterbukaan konten AI di Steam yang menjelaskan teknologi itu digunakan untuk properti 2D tertentu.
Audit: Pihak pengembang berjanji akan meninjau ulang seluruh aset di dalam game untuk memastikan tak ada lagi konten AI yang tertinggal.
Pax insight
Pearl Abyss mengatakan akan merilis serangkaian patch untuk mengganti aset terdampak di Crimson Desert. Kasus ini sekaligus membuktikan di masa sekarang pemanfaatan AI harus diumumkan secara transparan bagi para pengguna.



