Industri pornografi dari permukaan memang terlihat sebagai industri yang cukup menggiurkan. Dalam beberapa laporan, pengunjung bulanan salah satu situs porno besar dilaporkan mencapai 928 juta pengguna unik, dan beberapa platform lain melaporkan memiliki sekitar 600 juta pengunjung bulanan.
Dan baru-batu ini, situs porno berbasis langganan bulanan, melaporkan pendapatan mereka mencapai USD1,3 miliar, atau sekitar Rp21,7 triliun. Pastinya, banyak orang yang mengira pendapatan para artis di platform ini memiliki pendapatan yang fantastis.
Namun nyatanya, konten kreator di platform tersebut mendapatkan potongan yang cukup besar. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pelaku industri tersebut, yakni Stella Barey.
Menurutnya, platform tersebut hanya memberikan bagian kecil dari apa yang dia dapatkan dari akun miliknya. Dia bahkan mengatakan lebih banyak mendapatkan uang dari hal lain. Oleh karena itu, pada 2023 dia meluncurkan platform miliknya sendiri yang bernama Hidden.
Barey menyoroti masalah utama di OnlyFans, yakni para kreator dipaksa menghabiskan seluruh hari untuk membuat konten, mempromosikannya di media sosial yang “berbahaya”, sambil melayani pesan dan penjualan custom content 24/7, sebuah model yang disebutnya "unsustainable."
Selain itu, dia juga menyelesaikan masalah lain, seperti memberikan potongan yang lebih masuk akal kepada para pengguna platform tersebut. Tak ketinggalan, dia juga memberikan kebebasan lebih bagi para kreator, dengan tidak membatas konten yang bisa mereka lakukan, tidak seperti OnlyFans yang memiliki banyak peraturan mengenai konten yang dapat ditampilkan.
Bagi beberapa orang, kehadiran Hidden tiba di saat yang tidak pasti bagi industri pornografi, terutama di kalangan Gen Z yang dibesarkan “bersamaan” dengan boomingnya industri pornografi, tapi sangat skeptis terhadapnya. Platform ini mencerminkan sensitivitas DIY (Do-It-Yourself) yang tumbuh bersama generasi Barey. Menurut Barey, Hidden lebih dari sekadar pornografi.
Dia menyatakan bahwa Hidden adalah "political statement" dan salah satu dari sedikit perusahaan sex-tech yang didirikan oleh pekerja seks yang menyediakan hosting konten dewasa saat ini. Misi Hidden berbicara langsung kepada hubungan konflik Gen Z dengan big tech, sex work, dan upaya mencari nafkah online.
Membantu Passif Income yang Lebih Baik
Model OnlyFans yang mengandalkan langganan bulanan hanya menyumbang sebagian kecil pendapatan, uang datang dari manual engagement yang memakan waktu, seperti menjual video custom dan melayani sexts satu-per-satu. Hidden mengatasi masalah ini dengan fokus pada pendapatan pasif.
Platform ini menggunakan algoritma For You ala TikTok yang mempromosikan video lama dan baru secara setara. Setiap profil memiliki toko built-in yang memungkinkan fans membeli clip dan pay-per-view yang sudah dibuat sebelumnya, sehingga konten creator bekerja di latar belakang tanpa perlu filming atau messaging secara konstan.
Hidden gak hanya menyatukan fitur terbaik dari platform lain (scrolling feed dari RedGifs, store dari ManyVids), tetapi juga menawarkan potongan keuntungan paling kecil di industri (18% dari pendapatan creator, dibandingkan 20% milik OnlyFans). Fitur yang akan datang semakin canggih, termasuk takedown bot untuk memindai leak dan konten curian, dan eksperimen dengan AI untuk membuat personalized clips yang dihasilkan dari kemiripan performer, sekaligus melindungi kepemilikan citra mereka. Barey bahkan bercita-cita untuk menangani pemrosesan pembayaran sendiri, memotong perantara yang menaikkan biaya.
Melawan Censorship dan Algospeak: Menjadi Outlaws di Media Sosial
Setelah undang-undang federal tahun 2018 membuat website bertanggung jawab atas konten terkait sex trafficking, platform besar seperti Instagram dan TikTok mulai mengeluarkan "community violations" hanya karena petunjuk konten seksual. Kata "obscenity" dibiarkan gak didefinisikan, memberi mereka keleluasaan untuk menghapus apa pun yang membuat mereka cemas.
Kreator dipaksa menjadi "outlaws," menggunakan "algospeak" (kata pengganti yang tidak berkaitan langsung dengan konteks seperti corn untuk porn, seggs untuk sex), VPN, dan burner account untuk menghindari deteksi. Barey sendiri telah melalui 22 akun TikTok yang terhapus, meski masing-masing memiliki ratusan ribu follower.
Masa Depan Porn Etis dan Gen Z: Authenticity Jadi Kunci Kemenangan
Meskipun sentimen publik terhadap pornografi sedang memburuk, terutama di tengah tren konservatif Gen Z, data menunjukkan Gen Z justru merupakan generasi yang paling kink-friendly dan penasaran dengan seksualitas mereka. Mereka menuntut pornografi yang diproduksi secara etis—transparan, dibayar adil, dan difilmkan dengan mempertimbangkan kesenangan bersama.
Hidden, dengan konten self-filmed dari performer yang diverifikasi usia dan kepemilikan konten, dapat mengklaim sebagai platform etis. Dengan lebih dari 113.000 pengguna terdaftar dan 2.100 creator aktif (kebanyakan wanita Gen Z), Hidden membuktikan bahwa industri yang dicap slop masih bisa di-reinvent dengan mengutamakan kebutuhan creator.



