Gawai
Minggu, 30 November 2025 08:54 WIB

Gamer bakal boikot upgrade PC sampai harga kembali stabil

Meski akan melakukan boikot besar-besaran, harga RAM kemungkinan tidak akan mebaik selama beberapa waktu kedepan.

Banyak yang beranggapan bahwa 'RAM boycott' dapat meredakan harga dan membantu gamer PC, namun anggapan ini keliru. Meskipun gamer merasa khawatir dengan kenaikan harga DDR5 dan DDR4 yang gila-gilaan, boikot ini tidak akan banyak berdampak pada pasar memori global. Alih-alih 'menyelamatkan kekayaan', boikot justru dapat membuat gamer kehilangan kesempatan membeli memori yang tersedia saat ini dengan harga yang relatif lebih rendah sebelum harga naik lebih jauh.

Faktor Latar Belakang: Produsen DRAM Kena Imbas Plummeting Demand Pasca-COVID

Penting untuk memahami konteks sebelum menyalahkan AI sepenuhnya. Selama era COVID, permintaan RAM, terutama dari sektor konsumen, menurun drastis. Hal ini memaksa pemasok seperti Samsung untuk mengurangi produksi secara signifikan dan mengalokasikan sumber daya ke area lain demi mempertahankan profitabilitas. Platform seperti AM4 juga memiliki longevity tinggi, membuat gamer menunda upgrade ke DDR5. Akibatnya, kapasitas produksi DRAM telah berkurang dan tidak siap menerima lonjakan permintaan yang tak terduga saat ini.

Dominasi AI Supply Chain: Demand Konsumen Nggak Ada Artinya Bagi Manufacturer

Narasi utama mengapa boikot gak akan berhasil adalah karena porsi besar permintaan DRAM saat ini didorong oleh AI supply chain. Pelanggan utama adalah CSPs (Cloud Service Providers) dan manufaktur chip seperti NVIDIA dan AMD. Bahkan jika gamer berhenti membeli memori PC, manufacturer besar seperti Samsung, SK hynix, dan Micron gak akan terlalu merasakan dampaknya karena sebagian besar pembelian mereka berasal dari sektor AI.

AI frenzy telah menciptakan kebutuhan mendesak untuk berbagai produk DRAM, termasuk DDR, GDDR, RDIMM, HBM, dan LPDDR, hingga hampir semua varian memori mengalami kendala pasokan. HBM (High Bandwidth Memory) adalah komponen penting dalam chip AI modern, sehingga sebagian besar kapasitas DRAM dialokasikan untuk memproduksi jenis memori ini. Karena manufacturer mengontrol kepada siapa mereka menjual produk, mereka jelas tidak akan memihak gamer, sebab sektor ini tidak memberikan margin keuntungan setinggi yang didapat dari raksasa AI.

Tahan Upgrade Jika Kapasitas RAM Masih Memadai

Ini adalah bagian yang paling krusial bagi gamer: bagaimana bereaksi terhadap kekurangan RAM yang sedang berlangsung. Strategi pertama dan utama adalah tidak menyerah pada FOMO (Fear of Missing Out) saat membeli RAM. Gamer yang saat ini sudah menggunakan modul memori 8 GB atau 16 GB sebaiknya bertahan selama beberapa bulan ke depan. Melakukan upgrade RAM saat ini hanya berarti "membayar lebih" untuk peningkatan yang sebenarnya masih bisa ditunda.

Jika kamu emang harus beli modul RAM untuk sistem baru, pilihan terbaik adalah memanfaatkan diskon yang sedang berlangsung. Meskipun harganya masih tergolong mahal, ini adalah kesempatan terbaik dalam jangka pendek. Opsi lain yang mungkin terdengar aneh, tetapi sangat rasional, adalah membeli PC pre-built. Sistem pre-built saat ini dijual dengan harga yang belum sepenuhnya memperhitungkan kenaikan harga memori, memungkinkan kamu mendapatkan unit utuh dengan harga yang lumayan.

Pax Insight

Kelangkaan memori ini diantisipasi akan berlangsung hingga 2027. Akan ada dampak langsung pada harga perangkat konsumen yang akan datang jika kendala pasokan memori terus berlanjut. Oleh karena itu, penting bagi gamer untuk memahami dinamika supply chain dan harga ini agar dapat membuat keputusan terbaik dalam mengelola budget upgrade PC mereka di masa mendatang, dan tidak mudah terpengaruh oleh seruan boikot yang tidak realistis.