Hibura
Selasa, 27 Januari 2026 10:07 WIB

Google bayar Rp1,1 triliun selesaikan kasus "nguping" Assistant

Google setuju membayar USD68 juta (sekitar Rp1,1 triliun) untuk menyelesaikan gugatan class action yang menuduh Google Assistant merekam percakapan pengguna secara ilegal.
Ilustrasi: Pinterest

Google setuju membayar USD68 juta (sekitar Rp1,1 triliun) untuk menyelesaikan gugatan class action yang menuduh Google Assistant merekam percakapan pengguna secara ilegal untuk kepentingan iklan, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Kenapa ini penting: Kasus ini menyoroti rapuhnya privasi dalam teknologi asisten suara. Masalah utama adalah “aktivasi salah” (false wake words), ketika perangkat salah mengira dipanggil lalu merekam obrolan pribadi tanpa persetujuan.

Bagaimana kejadiannya: Gugatan menyebut Google Assistant sering salah menafsirkan percakapan biasa sebagai perintah bangun (“Ok Google”). Audio yang terekam kemudian dikirim ke server Google dan diduga dipakai untuk menargetkan iklan. Meski sepakat membayar, Google menolak mengakui kesalahan. Mereka menyebut penyelesaian ini hanya untuk menghindari biaya litigasi panjang.

Gambaran besar: Masalah ini bukan hanya milik Google, melainkan sistemik di industri. Apple menghadapi kasus serupa dengan Siri dan membayar USD95 juta (Rp1,5 triliun) pada Januari 2025. Kini, Google mulai meninggalkan Assistant tradisional dan beralih ke Gemini, meski chatbot AI ini membawa tantangan privasi baru yang berbeda.

Angka-angka:

  • USD20 (Rp312 ribu): Estimasi kompensasi per pengguna terdampak. Jumlah ini dianggap kecil dibanding potensi pelanggaran privasi.
  • 2019: Tahun ketika Apple pertama kali menghadapi gugatan serupa untuk Siri.

Pax Insight

Penyelesaian finansial ini menunjukkan pola yang sama: raksasa teknologi lebih memilih “bayar damai” daripada menghadapi publisitas buruk di pengadilan. Namun, langkah ini tidak menyelesaikan masalah mendasar soal privasi dalam desain asisten suara berbasis cloud. Selama mekanisme keamanan tidak diperkuat, risiko rekaman tanpa izin akan tetap menghantui pengguna.