Dua tahun setelah Disney menginvestasikan USD1,5 miliar atau setara Rp24 triliun ke pembuat Fortnite yakni Epic Games, laporan terbaru menyebutkan bahwa buah dari kerja sama ini akan rilis pada November 2026. Game fps ekstraksi bertema Disney ini diharapkan menjadi titik balik bagi Epic Games yang baru saja melakukan pemutusan hubungan kerja massal terhadap 1.000 karyawannya.
Sebagai usaha terakhir
Di balik popularitas raksasa Fortnite, Epic Games ternyata bergulat dengan penurunan tingkat interaksi pemain dan gagal memenuhi target internal. Kesuksesan proyek kolaborasi dengan Disney ini sangat krusial untuk menyelamatkan stabilitas keuangan perusahaan di tengah memanasnya konflik internal dan gelombang efisiensi berkelanjutan.
Apa yang terjadi dengan Epic Games saat ini?
- Game fps bertema Disney: Game perdana yang dijadwalkan rilis pada akhir 2026 ini bergenre penembak ekstraksi. Karakter Disney akan bertarung melawan musuh menuju titik aman. Namun beberapa penguji internal mengkhawatirkan mekanik permainan ini terasa kurang orisinal.
- Krisis Finansial Internal: Penurunan jumlah pemain aktif Fortnite memaksa Epic menaikkan harga mata uang dalam game yakni V-Bucks untuk menutupi biaya operasional sekaligus merumahkan ribuan karyawan berturut-turut dalam dua tahun terakhir.
- Budaya Kerja Disorot: Laporan mengungkap adanya penghapusan massal tumpukan laporan masalah sistem secara rutin oleh perusahaan. Perwakilan Epic berdalih bahwa mengabaikan masalah berdampak rendah adalah praktik pengembangan wajar demi merilis fitur baru dengan cepat.
- Bantahan Manajemen: Juru bicara Epic dengan tegas membantah rumor bahwa petinggi operasional mereka sering meneriaki karyawan. Pihaknya juga menegaskan bahwa kolaborasi semesta hiburan dengan Disney masih berjalan kuat sesuai rencana jangka panjang.
Pax insight
Epic Games kini mempertaruhkan kebangkitannya pada kesuksesan proyek semesta Disney ini. Ketegangan internal yang mulai bocor ke publik menjadi bukti nyata bahwa predikat sebagai salah satu game paling banyak dimainkan di dunia sekalipun tidak mampu menjamin keamanan operasional jika inovasi mereka gagal memikat pasar.



