Hibura
Senin, 16 Februari 2026 15:01 WIB

Disney semprot ByteDance: Jangan pakai karakter di AI Seedance

Disney kembali menindak tegas penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI).
Ilustrasi: Pinterest

Disney kembali menindak tegas penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI). Kali ini, sasaran mereka adalah ByteDance dan alat AI generatif baru bernama Seedance 2.0, yang dituduh mencuri kekayaan intelektual Disney.

Kenapa ini penting: Disney mengirimkan sinyal keras bahwa karakter ikonik mereka, seperti Star Wars dan Marvel, bukanlah “klip gratis” yang bisa digunakan sembarangan untuk melatih mesin AI, meskipun teknologi tersebut sedang populer.

Tuduhan: Dalam surat peringatan yang diperoleh Axios, Disney menuduh ByteDance mengembangkan Seedance dengan cara membajak koleksi karakter berhak cipta.

Bukti: Disney menyertakan video buatan Seedance yang menampilkan karakter seperti Spider-Man, Darth Vader, dan Peter Griffin. Mereka menilai ByteDance memperlakukan aset berharga tersebut “seolah-olah gambar klip domain publik yang gratis.”

Kilasan ke belakang:

Ini bukan pertama kalinya Disney mengarahkan tindakan hukum ke perusahaan AI:

  • Character.AI menerima surat serupa pada September lalu.
  • Google juga pernah dituduh melanggar hak cipta saat melatih model AI-nya.

Kontras: Menariknya, Disney tidak sepenuhnya anti terhadap AI. Mereka justru sudah menjalin kemitraan resmi dengan OpenAI melalui perjanjian lisensi tiga tahun, yang memungkinkan ChatGPT menggunakan konten Disney secara legal.

Pax insight

Seedance 2.0 mungkin menuai pujian teknis saat peluncurannya, tetapi kini harus berhadapan dengan tim hukum Disney yang dikenal sangat agresif dalam melindungi asetnya. Kasus ini menegaskan bahwa di era AI generatif, perlindungan hak cipta tetap menjadi garis pertahanan utama bagi perusahaan hiburan besar seperti Disney.