Crystal Dynamics, studio di balik game Tomb Raider terbaru, mengumumkan pemutusan hubungan kerja dalam jumlah yang tidak disebutkan. Dalam postingan LinkedIn, developer game tersebut tidak merinci besaran PHK, hanya menyatakan bahwa "sejumlah kolega berbakat" akan terdampak. Perusahaan mengutip "kondisi bisnis yang berubah" sebagai alasan PHK, sebuah alasan yang semakin familier di industri gaming.
"Keputusan ini tidak dibuat dengan mudah," tulis postingan tersebut. "Namun, hal ini diperlukan untuk memastikan kesehatan jangka panjang studio dan prioritas kreatif inti dalam pasar yang terus berubah."
Crystal Dynamics diakuisisi oleh Embracer Group dalam spree pembelian 2022 oleh perusahaan game Swedia tersebut. Embracer masih memiliki studio ini, namun terpaksa melakukan PHK sendiri pada 2023 disusul restrukturisasi tahun lalu.
Crystal Dynamics masih mengerjakan game Tomb Raider baru, yang menurut perusahaan tidak akan terpengaruh oleh PHK. Namun, studio ini sebelumnya ditugaskan membantu The Initiative dengan reboot Perfect Dark. Proyek tersebut dibatalkan dan The Initiative ditutup dalam gelombang PHK besar-besaran terpisah di Microsoft awal tahun ini. Tidak jelas apakah pembatalan tersebut menjadi alasan PHK hari ini.
Meski Tomb Raider dinyatakan aman, PHK ini menimbulkan kekhawatiran tentang timeline pengembangan dan kualitas game mendatang. Kehilangan "kolega berbakat" dapat mempengaruhi kapasitas produksi studio, meski management berusaha meyakinkan bahwa proyek utama tetap on track.
PHK Crystal Dynamics merupakan bagian dari tren industri gaming yang lebih luas, dimana studio-studio besar melakukan downsizing karena perubahan kondisi pasar. Setelah periode ekspansi agresif selama pandemi, banyak perusahaan gaming kini menyesuaikan ukuran untuk menghadapi realitas pasar yang berbeda.
Embracer Group khususnya telah mengalami kesulitan finansial yang memaksa mereka melakukan serangkaian PHK dan penutupan studio. Crystal Dynamics menjadi salah satu dari banyak studio yang terdampak oleh strategi cost-cutting perusahaan induk mereka.
Meski demikian, komitmen terhadap franchise Tomb Raider menunjukkan bahwa IP tersebut masih dianggap valuable oleh management dan berpotensi menghasilkan revenue signifikan di masa depan.



