Bagi sebagian besar studio game, menggunakan AI dalam pengembangan gim menjadi sebuah hal yang tabu. Namun anehnya, ada satu tim kecil pengembang game yang memutuskan melakukan hal yang sebaliknya. Para pengembang di balik game CODEX MORTIS mengklaim bahwa game bullet hell terbaru mereka ini sepenuhnya dibangun dengan AI.
Dalam sebuah pernyataan resmi, mereka mengaku bahwa gak ada seni yang digambar manusia, gak ada kode yang ditulis tangan, dan gak ada produksi musik tradisional di dalam game tersebut. Bahkan kini, mereka sudah mempersiapkan demo di Steam secara gratis yang memungkinkan siapa pun untuk membuktikan klaim tersebut.
Dilansir dari laman Gizmochina (12/12), game ini dibuat dengan AI sepenuhnya. Mulai dari kode, seni, musik, teks, semuanya menggunakan Generative AI. Mereka sangat berani dan memainkan resiko besar saat mengungkapkan hal tersebut.
Ini adalah kasus langka di mana seorang developer tidak hanya terbuka tentang penggunaan AI, tetapi secara esensial menjadikan AI sebagai seluruh daya tarik utama dari game tersebut. Bahkan wajah karakter yang ditampilkan dalam trailer tampaknya merupakan selfie anggota tim yang dimodifikasi oleh AI, kemudian ditempelkan pada tubuh penyihir undead.
Meskipun metode pembuatannya radikal, gameplay-nya cukup akrab: ini adalah bullet hell dengan nuansa necromancy. Game omo penuhnya direncanakan mendukung mode solo dan co-op. Inti dari gameplay di game ini adalah menggabungkan spell, bertahan dari serangan gencar musuh, dan memanggil minions, menurut tim Pax.id sangat familiar. Ini membuktikan bahwa game yang sepenuhnya dihasilkan oleh mesin setidaknya bisa berjalan dan dimainkan, meskipun gameplay-nya terasa familiar.
Impresi awal dari para pemain demo sejauh ini campur aduk, namun didominasi rasa penasaran. Grafis dalam actual build terlihat sedikit kasar jika dibandingkan dengan trailer YouTube yang lebih mantap. Beberapa pemain juga mengeluhkan UI (User Interface) yang terasa kikuk saat menggunakan controller. Namun, rasa penasaran tetap tinggi. Sebagian pemain melihatnya sebagai proyek art eksperimental, sementara yang lain melihatnya sebagai contoh lain dari AI yang mulai menggantikan seniman manusia dalam pengembangan game.
Lebih Baik Mengaku Daripada Berbohong
Studio di balik CODEX MORTIS tampaknya menyadari bahwa "kesenangan" adalah hal yang relatif, dan mereka lebih memilih transparansi total sebagai strategi pemasaran. Mereka gak menghindar dari perdebatan. Mereka gak menyembunyikan fakta bahwa game ini 100% dibuat oleh AI, berharap kejujuran ini akan menarik minat alih-alih menimbulkan backlash. Mereka mengubah kontroversi AI menjadi titik jual yang unik dan berani.
Menariknya, game ini dikabarkan akan memiliki harga jual yang sangat murah saat game ini rilis, tim ini bertaruh pada kombinasi rasa penasaran dan keterjangkauan sebagai kunci untuk menarik hati para pemain. Mereka banking on fakta bahwa banyak gamer yang tertarik untuk melihat sejauh mana teknologi AI dapat menghasilkan produk hiburan yang berfungsi. Developer ini membuka kotak pandora industri game dengan harga yang gak bikin boncos.
Pax Insight
Tim Pax.id sudah mencoba memainkan game ini selama satu hingga dua jam. Kami merasa game ini memiliki kesamaan dengan beberapa game lain dengan tipe yang sama, dimana kalian harus bertahan selama mungkin agar tidak kalah dari musuh yang berdatangan.
Di versi demo ini, memang tidak banyak skill atau senjata yang bisa dipakai, gerakannya juga masih terasa kasar dan perlu cukup banyak yang di tweak. Mungkin, dengan sedikit sentuhan tangan manusia, game ini bisa lebih disempurnakan lagi.



