Hibura
Selasa, 30 Desember 2025 20:02 WIB

Co-Founder CD Projekt Red beli GoG

Michał Kiciński resmi beli 100% saham GOG dari CD Projekt. Platform tetap independen dan setia pada misi pelestarian gim tanpa DRM.

Dunia distribusi gim digital baru saja dikejutkan oleh pengumuman besar mengenai pengambilalihan kepemilikan platform GOG (Good Old Games). Michał Kiciński, yang merupakan salah satu pendiri dari CD Projekt, secara resmi telah mengakuisisi 100 persen saham platform tersebut dengan nilai mencapai 90,7 juta PLN atau sekitar USD 25 juta.

Langkah ini menandai pemisahan struktural antara toko digital tersebut dengan induk perusahaannya yang selama ini menaungi studio pengembang The Witcher dan Cyberpunk 2077. Meskipun berpindah tangan, visi utama GOG untuk menjadi rumah bagi gim-gim klasik tanpa proteksi digital yang mengekang tetap menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan baru ini.

Proses akuisisi fantastis ini dilaporkan sepenuhnya menggunakan pendanaan komitmen yang telah diamankan tepat pada saat penutupan transaksi. Menariknya, Michał Kiciński tidak perlu menjual sepeser pun kepemilikan sahamnya di CD Projekt untuk mendanai pembelian GOG ini.

Hal tersebut menunjukkan kekuatan finansial pribadi Kiciński serta keyakinan besarnya terhadap potensi pertumbuhan mandiri GOG di masa depan. Meskipun kini ia menjadi pemilik tunggal platform kompetitor Steam tersebut, posisinya sebagai pemegang saham signifikan di CD Projekt tetap tidak berubah, memberikan sinyal bahwa hubungan strategis antar kedua entitas akan tetap terjaga dengan baik.

Salah satu kekhawatiran terbesar para pengguna saat terjadi akuisisi adalah perubahan kebijakan platform, namun GOG menegaskan akan tetap beroperasi secara independen. Di bawah kendali Kiciński, GOG berkomitmen untuk tetap setia pada filosofi DRM-free yang telah menjadi identitas mereka sejak didirikan pada tahun 2008.

Misi untuk melestarikan gim-gim legendaris agar tetap dapat dimainkan pada perangkat komputer modern akan terus dilanjutkan tanpa adanya perubahan drastis pada sistem layanan. Hal ini menjadi kabar baik bagi komunitas gamer yang sangat menghargai kepemilikan penuh atas konten digital yang mereka beli tanpa gangguan perangkat lunak pemantau, seperti dilansir dari laman Engadget (30/12).

Fokus Strategis CD Projekt pada Pengembangan Gim

Pihak CD Projekt menjelaskan bahwa penjualan saham GOG merupakan bagian dari strategi pertumbuhan grup yang ingin lebih fokus pada bisnis inti mereka. Saat ini, raksasa teknologi asal Polandia tersebut sedang memusatkan seluruh sumber dayanya untuk pengembangan dan penerbitan gim berskala besar berdasarkan waralaba yang mereka miliki maupun kekayaan intelektual baru.

Dengan melepaskan unit bisnis distribusi ritel, CD Projekt berharap dapat mempercepat proses pengerjaan proyek-proyek ambisius seperti The Witcher 4 dan sekuel Cyberpunk tanpa terbagi fokusnya dengan pengelolaan platform toko digital yang kompetitif.

Meskipun secara kepemilikan sudah tidak lagi berada dalam satu payung perusahaan, kerja sama antara CD Projekt Red dan GOG dipastikan akan terus berlanjut. Kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian distribusi baru yang menjamin gim-gim populer seperti The Witcher series dan Cyberpunk 2077 akan tetap tersedia di etalase GOG.

Pengguna tetap dapat membeli dan mengunduh pembaruan untuk gim-gim tersebut melalui platform GOG sebagaimana biasanya. Sinergi ini memastikan bahwa transisi kepemilikan tidak akan mengganggu aksesibilitas konten bagi jutaan pelanggan yang sudah membangun perpustakaan gim mereka di sana.

Dalam laporan pengumuman regulasi, terungkap bahwa proses penjualan GOG berlangsung cukup kompetitif, yang mengisyaratkan adanya penawar lain selain Kiciński. Hal ini menunjukkan bahwa GOG masih memiliki nilai tawar yang sangat tinggi di mata investor meskipun persaingan toko gim digital semakin ketat dengan dominasi Steam dan Epic Games Store.

Kemenangan Kiciński dalam proses penawaran ini dipandang sebagai skenario terbaik bagi kelangsungan visi jangka panjang platform, mengingat kedekatan emosional dan sejarah panjangnya dalam membangun fondasi awal GOG sejak belasan tahun silam.

Ke depannya, Michał Kiciński diperkirakan akan mengambil peran yang lebih aktif dalam menentukan arah kebijakan operasional GOG. Sejak beberapa tahun terakhir, keterlibatannya di jajaran direksi CD Projekt memang sudah berkurang karena ia tidak lagi menjabat di dewan manajemen maupun pengawas.

Dengan memiliki kendali penuh atas GOG, Kiciński memiliki kebebasan kreatif untuk menghadirkan inovasi baru yang mungkin sulit dilakukan saat masih berada di bawah struktur perusahaan publik. Publik kini menanti langkah-langkah strategis apa yang akan diambil untuk memperluas jangkauan GOG di tengah tren langganan gim yang kian menjamur di akhir tahun 2025 ini.