ASUS baru saja mengumumkan kolaborasi mereka dengan Mahakarya Pictures dan DOSS Guava XR Studio untuk mendukung produksi film "Pelangi di Mars". Film ini menjadi tonggak sejarah baru dalam sinema nasional karena menggunakan teknologi Extended Reality (XR) dan produksi hybrid untuk menghadirkan dunia futuristik Planet Mars tahun 2090 secara real-time.
Membantu industri perfilman di Indonesia
Tuntutan visual untuk film berlatar luar angkasa membutuhkan kekuatan komputasi ekstrem. Kolaborasi ini membuktikan bahwa perangkat ASUS ProArt mampu menangani beban kerja berat mulai dari pembuatan aset 3D, rendering lingkungan virtual, hingga color grading presisi yang diperlukan untuk menyatukan elemen nyata dan digital secara mulus.
Apa inti dari kerja sama ini?
Teknologi Virtual Production: Melalui DOSS Guava XR Studio, tim produksi dapat memvisualisasikan lingkungan digital Mars langsung di lokasi syuting. Hal ini memangkas waktu pascaproduksi dan membantu aktor berinteraksi lebih alami dengan lingkungan virtual.
Ekosistem ASUS ProArt
- PC ProArt: Digunakan untuk pengolahan grafis berat dan rendering aset 3D lingkungan Mars.
- Monitor ProArt: Menjamin akurasi warna dan detail visual tetap konsisten dari tahap pengambilan gambar hingga hasil akhir.
- Debut Sutradara: Film ini merupakan karya layar lebar pertama dari sutradara Upie, yang sebelumnya dikenal lewat video musik dan dokumenter.
- Jajaran Pemain: Dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin, dan Livy Renata.
Pax insight
Setelah melalui proses produksi selama lebih dari lima tahun, film Pelangi di Mars resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026. Film ini tidak hanya menawarkan cerita petualangan lintas planet, tetapi juga memamerkan kemajuan teknologi komputasi dalam industri kreatif tanah air.



