Hibura
Sabtu, 11 Juli 2026 16:10 WIB

Assassin’s Creed Black Flag Resynced tetap jalan meski 51 pegawai Ubisoft di PHK

Ubisoft tetap akan lanjutkan pengembangan Assassin’s Creed Black Flag Resynced tetap jalan meski 51 pegawai di PHK.

Langkah Ubisoft merilis proyek remake dari salah satu mahakarya terbaik mereka bertajuk Assassin's Creed Black Flag Resynced berbuah manis di pasar komersial global. Sejak meluncur resmi pada tanggal 9 Juli 2026 kemarin, gawai hiburan ini langsung mencatatkan performa penjualan yang sangat cemerlang. Data pemesanan awal bahkan membuktikan angka penjualannya melesat jauh melampaui performa seri Assassin's Creed Shadows. Sayangnya, prestasi gemilang ini langsung dibayangi oleh kabar duka dari internal perusahaan yang memecat puluhan karyawan yang baru saja menyelesaikan proyek tersebut.

Badai PHK

Anomali industri game modern terlihat sangat nyata dalam kasus ini, di mana kesuksesan sebuah produk di pasar ritel tidak lagi menjadi jaminan keamanan kerja bagi para pengembangnya. Hanya berselang beberapa hari setelah melepas game yang menuai pujian tinggi dari para kritikus dunia, manajemen Ubisoft justru memangkas 51 pekerja di kantor cabang Barcelona. Keputusan ini mempertegas budaya manajemen atas-bawah yang sangat agresif dalam melakukan restrukturisasi korporasi demi efisiensi modal, sekaligus mencatatkan rekor kelam sebagai gelombang pemutusan hubungan kerja PHK ketujuh yang dilancarkan Ubisoft sepanjang tahun 2026 ini saja.

Apa saja detailnya?

Dominasi Jumlah Pemain Aktif Steam dan Catatan Nilai Metacritic

  • Puncak Pemain Bersamaan: Eksibisi performa perdana Black Flag Resynced di platform PC mencetak angka yang sangat fantastis. Game petualangan bajak laut di wilayah Hindia Barat ini sukses menyentuh angka puncak hampir 100.000 pemain aktif yang bermain secara bersamaan concurrent players di Steam, jauh meninggalkan rekor performa seri Shadows yang hanya mampu mentok di angka 64.000 pemain saja.
  • Pujian Tinggi Pengamat Teknologi: Kualitas pengerjaan ulang visual yang dibangun dari nol menggunakan mesin grafis modern Anvil engine ini berbuah manis dengan raihan skor rata-rata kritikus mencapai angka 84 di situs Metacritic. Pengamat dari Wccftech memberikan nilai tinggi 8,6 dari 10 dengan catatan bahwa evolusi sistem pertempuran pedang serta navigasi kapal perang di laut Karibia terasa sangat matang layaknya rum berkualitas tinggi, meskipun ada sedikit kekecewaan dari komunitas akibat dihilangkannya konten petualangan tambahan milik karakter Aveline dan Adevale.

Aksi Mogok Kerja Tim Barcelona Akibat Ketiadaan Proyek Baru

  • Tindakan PHK yang Terencana: Rencana pengurangan 51 staf di studio Barcelona sebenarnya sudah diumumkan sejak bulan Juni lalu. Beberapa perwakilan karyawan membeberkan bahwa pemangkasan ini terasa seperti sebuah kesengajaan yang sudah direncanakan jauh hari tanpa memedulikan seberapa sukses hasil penjualan game di pasar komersial. Pihak manajemen Ubisoft dilaporkan sengaja mengosongkan agenda kerja baru bagi tim Barcelona sejak musim panas tahun lalu dan menolak seluruh proposal proyek lanjutan yang diajukan oleh internal tim.
  • Pembatalan Acara Pesta Perayaan: Akibat ketidakadilan tersebut, para pekerja yang tergabung dalam serikat buruh sempat menggelar aksi mogok kerja massal setiap hari Selasa dan Kamis sore dari akhir Juni hingga pertengahan Juli ini demi menuntut proteksi kerja. Dampak dari tensi yang memanas ini membuat manajemen Ubisoft terpaksa membatalkan pesta perayaan peluncuran resmi produk mereka yang megah dan hanya menggantinya dengan acara makan bersama sederhana di dalam studio.

Pax insight

Gelombang PHK terbaru di pertengahan bulan Juli 2026 ini menggenapkan total akumulasi pengurangan tenaga kerja di bawah bendera Ubisoft menjadi sekitar 731 posisi kerja yang hilang sepanjang tahun ini saja. Walaupun angka tersebut terlihat sangat mengerikan, kompetitor raksasa mereka yaitu Microsoft tercatat jauh lebih kejam dengan mengeksekusi lebih dari 3.200 pekerja di seluruh divisi Xbox mereka. Fenomena ini menjadi alarm peringatan keras bagi industri kreatif global bahwa di bawah kendali kapitalisasi pasar saat ini, sebuah karya seni digital yang sukses besar dan dicintai konsumen sekalipun tetap gagal menyelamatkan nasib kesejahteraan para penciptanya dari kebijakan efisiensi korporasi.