Hibura
Rabu, 4 Februari 2026 08:06 WIB

Acer dorong pengembang game lokal ke level global

Acer Indonesia, lewat lini Predator Gaming, sukses memfasilitasi gelaran Global Game Jam (GGJ) 2026 di Bandung.

Acer Indonesia, lewat lini Predator Gaming, sukses memfasilitasi gelaran Global Game Jam (GGJ) 2026 di Bandung. Acara ini menjadi wadah inkubasi bagi ratusan pengembang game lokal untuk menciptakan karya baru dalam maraton 48 jam.

Kenapa ini penting: Industri game Indonesia sedang berkembang pesat dan mulai menembus pasar global. Dukungan perangkat keras dengan spesifikasi tinggi sangat penting, terutama bagi pengembang independen (indie) yang ingin mengeksekusi ide kompleks serta fitur berbasis AI yang kini menjadi standar industri. Tanpa dukungan teknologi, sulit bagi developer lokal untuk bersaing dengan studio internasional.

Perangkat yang disediakan

Acer menghadirkan “artileri berat” untuk mendukung kebutuhan komputasi peserta:

  • Predator Helios Neo 16S AI: Mengandalkan prosesor Intel Core Ultra untuk pengembangan game berbasis AI dan visual berat.
  • Acer Nitro V15: Dilengkapi kartu grafis RTX 50 Series generasi terbaru untuk performa grafis maksimal.
  • Dukungan: Termasuk Predator Triton 14 AI dan Nitro Lite yang mendukung mobilitas peserta.

Data penting

  • 200 peserta pengembang game ikut berpartisipasi.
  • 40 judul game baru ditargetkan lahir selama acara berlangsung (30 Januari – 1 Februari 2026).
  • 1.200 pengunjung hadir untuk melihat hasil karya peserta, berkat integrasi acara dengan event pop culture LOKAPOPLAND.

Apa kata Acer: “Global Game Jam kini juga berperan sebagai ruang strategis untuk mendorong masa depan industri game nasional, sekaligus mempersiapkan developer game agar siap bersaing di pasar global,” kata Renaldy Felani, Marketing Communications Manager Acer Indonesia.

Pax insight

Acer berhasil mengubah GGJ 2026 dari sekadar kompetisi menjadi ruang kolaborasi nyata. Dengan menyediakan akses teknologi mutakhir dan panggung pameran, Acer memberi talenta lokal kesempatan untuk naik kelas. Dukungan ini bukan hanya memperkuat ekosistem game Indonesia, tetapi juga membuka jalan bagi pengembang lokal untuk tampil di panggung internasional.