Gawai
Rabu, 10 Desember 2025 14:29 WIB

Xiaomi siap kalahkan AirTag dengan pelacak Tag terjangkau

Xiaomi Tag, pelacak murah pesaing AirTag, bakal rilis 26 Desember 2025. Support UWB dan Google Find My Device.

Xiaomi dikabarkan sedang menyiapkan pelacak tag baru bernama Xiaomi Tag, yang disebut-sebut bakal hadir dengan harga jauh lebih terjangkau dibanding Apple AirTag maupun Motorola Moto Tag. 

Jika ini benar, perangkat ini dapat menjadi pilihan yang bagus bagi pengguna Android yang menginginkan pelacak cerdas dengan semua fiturnya tanpa harus membayar banyak. Dilansir dari laman Gizmochina (10/12), Bocoran leaker, Repeater 002, menyebut Xiaomi Tag mungkin dirilis bersamaan dengan Xiaomi Watch 5 dan Buds 6.

Ketiga perangkat tersebut disebut akan diperkenalkan saat acara peluncuran Xiaomi 17 Ultra di Tiongkok yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Desember 2025. Meski detail lengkap belum terungkap, Xiaomi Tag disebut akan menggunakan teknologi Ultra-Wideband (UWB). 

Teknologi ini memungkinkan pelacakan jarak dekat dengan presisi tinggi, mirip dengan fitur Precision Finding pada AirTag. Menariknya lagi, pelacak ini didukung Google’s Find My Device network, sebuah jaringan crowdsourced yang memanfaatkan jutaan perangkat Android di sekitar.

Saat ini, pelacak serupa seperti Moto Tag dan Pebblebee Clip masih dijual dengan harga di atas USD 25, jadi jika Xiaomi terus menerapkan strategi value for money seperti biasanya, Xiaomi Tag dapat menggemparkan pasar dengan harga yang jauh lebih rendah sambil tetap menawarkan fitur yang sebanding dan kualitas yang lebih baik. 

Pax Insight 
Dengan peluncuran Xiaomi Tag, teknologi pelacak cerdas akan menjadi lebih mudah diakses oleh generasi muda dan pengguna Android, terutama dengan dukungan Google Find My Device, yang akan memperluas jaringan pelacakan secara luas, mengurangi perbedaan fitur antara platform Android dan iOS di pasar ini.

Jadi tidak perlu khawatir lagi kunci motor atau tas hilang, karena device murah sudah support tracking presisi. Ini nunjukin bahwa fitur high-end tidak harus mahal dan bakal makin mainstream di Indonesia.