Xiaomi Corporation mengumumkan hasil konsolidasi yang belum diaudit untuk Q3 2025 dengan kinerja yang melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat. Total pendapatan mencapai RMB113,1 miliar atau sekitar Rp266,4 triliun, mengalami peningkatan sebesar 22,3% YoY.
Angka ini sekaligus menandai kuartal keempat berturut-turut dengan pendapatan di atas Rp235 triliun. Yang paling bikin melongo, laba bersih yang disesuaikan mencapai RMB11,3 miliar atau sekitar Rp26,6 triliun, melesat 80,9% YoY, melampaui ekspektasi pasar, dan mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Strategi Tingkat Dewa: Ekosistem “Human x Car x Home” Jadi Kunci
Di bawah strategi ekosistem pintar “Human x Car x Home”, seluruh segmen bisnis Xiaomi menunjukkan ketahanan pertumbuhan yang solid. Momentum ini nggak cuma datang dari sektor smartphone. Segmen smart EV, AI, dan inisiatif baru mencatat tonggak penting dengan pendapatan operasional positif untuk pertama kalinya. Pendapatan dari segmen tersebut mencapai Rp65 triliun (RMB29,0 miliar), naik lebih dari 199% YoY, membuktikan bahwa diversifikasi bisnis Xiaomi beneran berhasil.
Salah satu sorotan utama adalah segmen smart EV. Bisnis ini mencatat pendapatan operasional positif pertama sebesar RMB0,7 miliar atau Rp1,6 triliun pada Q3. Pencapaian ini menandai fase baru perkembangan yang sehat dan berkelanjutan. Pengiriman smart EV Xiaomi di Q3 terus menanjak, menembus 108.796 unit, sebuah rekor tertinggi. Total pengiriman selama tiga kuartal pertama tahun ini melampaui 260.000 unit, didukung oleh perluasan jaringan penjualan hingga 402 pusat di 119 kota di Tiongkok.
Smartphone Gak Kendor: Tetap Tiga Besar Global dan Premiumisasi Berhasil
Bisnis smartphone Xiaomi menunjukkan kinerja stabil dengan pendapatan RMB46,0 miliar atau sekitar Rp103 triliun. Pengiriman global mencapai 43,3 juta unit, mempertahankan posisi tiga besar dunia selama 21 kuartal berturut-turut. Di Tiongkok, flagship premium Xiaomi 17 Series mencatat respons luar biasa, di mana model Pro dan Pro Max menyumbang lebih dari 80% penjualan bulan pertama. Strategi premiumisasi ini berhasil; pangsa pasar Xiaomi di segmen harga Rp9–14 juta di Tiongkok naik 5,6 poin persentase YoY menjadi 18,9%.
Di sisi segmen IoT dan produk gaya hidup, mereka mencatat pendapatan stabil RMB27,6 miliar atau sekitar Rp68,3 triliun. Capaian paling epic adalah jumlah perangkat IoT yang terkoneksi di platform AIoT Xiaomi yang kini melampaui 1 miliar unit (+20,2% YoY). Selain itu, pada Oktober, Pabrik Peralatan Rumah Tangga Pintar Xiaomi resmi beroperasi, menandai pembangunan rantai industri yang lengkap, mulai dari desain, R&D, hingga manufaktur untuk smart home berskala besar.
Menariknya, bisnis layanan internet Xiaomi juga menunjukkan kinerja yang stabil, mencetak pendapatan rekor baru RMB9,4 miliar atau sekitar Rp22,1 triliun, naik 10,8% YoY. Basis pengguna global terus ekspansi, dengan Monthly Active Users (MAU) global mencapai 741,7 juta unit (+8,2% YoY). Pendapatan dari layanan internet luar negeri juga naik signifikan 19,1% YoY, menunjukkan daya tarik ekosistem Xiaomi yang meluas di pasar internasional.
Investasi R&D Ngebut: Pengeluaran Rp21,4 T, Siapkan HyperOS 3 dan Model AI Besar
Xiaomi nggak ragu menggeber investasi pada teknologi inti. Pengeluaran R&D Q3 mencapai RMB9,1 miliar atau sekitar Rp21,4 triliun, naik 52,1% YoY, yang merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Total investasi R&D tahun 2025 diperkirakan akan melampaui Rp70 triliun. Investasi ini membuahkan hasil seperti peluncuran HyperOS 3 dan kemajuan penting di bidang model AI besar, termasuk Xiaomi-MiMo-Audio dan solusi rumah pintar futuristik Xiaomi Miloco.
Pax Insight
Meningkatnya pendapatan Xiaomi, terutama di bidang IoT menunjukkan bahwa adanya peningkatan kebutuhan perangkat cerdas di dalam rumah. Selain itu, formulasi bidang smartphone Xiaomi juga menunjukkan hasil yang cukup baik. Di Indonesia sendiri, Xiaomi berhasil berada di posisi 5 atas penjualan smartphone di 2025.



