Gawai
Senin, 18 Mei 2026 12:04 WIB

Xiaomi batalkan proyek HP super tipis 5.5mm, ini alasannya

Presiden Xiaomi Lu Weibing mengonfirmasi pembatalan prototipe kompetitor iPhone Air setebal 5.5mm karena kendala suhu.
Xiaomi 17 Max

Presiden Xiaomi, Lu Weibing, mengonfirmasi lewat sesi livestream ternyata perusahaan sempat memiliki proyek untuk merilis smartphone ultra tipis yang disebut-sebut akan menantang iPhone Air, tapi rencana itu dibatalkan. 

Meskipun purwarupa tersebut sudah berada di tahap akhir menjelang produksi massal, Xiaomi memilih untuk mengambil kerugian finansial dari pembatalan, ketimbang merilis produk dengan performa yang dikompromi. 

Apa yang terjadi? 

Dijelaskan oleh Lu Weibing, Xiaomi sempat memiliki proyek untuk mengembangkan ponsel setebal 5,5mm. Namun, setelah pengembangan lebih lanjut, perusahaan memilih tidak melanjutkannya. 

Secara teknis, ponsel 5,5mm memang bukan hal yang mustahil. Namun, para insinyur Xiaomi menemukan kalau ambang batas suhu bodi 5,5mm terlalu rendah dan kapasitas baterai yang bisa ditampung terlalu sempat untuk memenuhi standar kualitas internal perusahaan. 

Terlebih, perusahaan berencana untuk menanamkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Dengan ruang internal yang tidak cukup untuk Vapor Chamber, desain itu dapat memicu masalah panas yang berlebihan. 

Melihat kondisi tersebut, perusahaan asal Tiongkok itu pun memutuskan untuk menghentikannya sebelum benar-benar dirilis ke publik. Namun, pembatalan itu yang akhirnya melahirkan Xiaomi 17 Max. 

Menurut Xiaomi, kategori Max bukan lagi sekadar versi Plus yang diperbesar layarnya, melainkan lompat spesifikasi hardware secara menyeluruh.

Proyek HP Tipis Xiaomi yang batal

  • Ketebalan bodi: 5,5mm
  • Kapasitas baterai: Belum diketahui, tapi dibatalkan karena hanya mampu menampung kapasitas terbatas        
  • Sistem kamera: Dual kamera
  • Dapur pacu: Snapdragon 8 Elite Gen 5
  • Status produksi: Dihentikan menjelang rilis

Pax insight

Langkah Xiaomi ini menunjukkan kalau perusahaan memilih jalan realistis untuk tak melanjutkan proyek smartphone super tipis. Perusahaan memilih untuk menelan kerugian pengembangan, alih-alih produk tersebut gagal di pasaran nantinya. 

Keputusan berani ini juga secara tak langsung terbukti dari catatan produk kompetitor. Laporan MacRumors menyebut Apple terpaksa memangkas kapasitas produksi iPhone Air hingga 80 persen akibat permintaan pasar yang sangat sedikit.