Stok konsol Steam Deck, baik model LCD maupun OLED, kini habis total di toko resmi Valve. Kejadian ini terjadi kurang dari sepekan setelah Valve mengakui bahwa lonjakan harga dan kelangkaan RAM mulai mengganggu rencana perangkat keras mereka.
Kenapa ini penting: Habisnya stok model OLED secara bersamaan adalah hal yang tidak biasa. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa krisis memori global, yang didorong oleh permintaan masif industri kecerdasan buatan (AI), kini mulai berdampak langsung pada produk utama Valve. Sebelumnya, masalah ini lebih banyak dikaitkan dengan proyek masa depan seperti Steam Machine, sebagaimana dilansir dari Engadget.
Rincian stok:
• Model LCD: Varian 256GB habis. Hal ini wajar karena produksi model LCD memang sudah dihentikan sejak Desember 2025.
• Model OLED: Varian 512GB dan 1TB juga habis. Ini yang dianggap anomali dan menimbulkan kekhawatiran, karena permintaan biasanya tidak menghabiskan stok secepat ini.
Kaitannya dengan tren industri: Minggu lalu, Valve menunda pengumuman harga untuk Steam Machine dan Steam Frame dengan alasan ketidakpastian biaya komponen. Situasi ini menunjukkan bahwa masalah pasokan RAM bukan hanya isu kecil, melainkan ancaman nyata bagi rencana jangka panjang perusahaan.
Pesaing lain juga mengalami hal serupa. Framework, produsen PC modular, baru saja menaikkan harga desktop mereka hingga $460 pada Januari akibat masalah komponen yang sama.
Pax insight
Jika perusahaan besar seperti Valve saja kesulitan mengamankan stok RAM, konsumen PC harus bersiap menghadapi dampak lebih luas. Gelombang kenaikan harga atau kelangkaan barang bisa segera terjadi di pasar perangkat keras.
Krisis memori global yang dipicu oleh kebutuhan industri AI tampaknya mulai menekan ekosistem gaming. Steam Deck yang biasanya menjadi pilihan populer kini sulit didapatkan, dan hal ini bisa menjadi sinyal awal bahwa tahun 2026 akan penuh tantangan bagi gamer maupun produsen perangkat.



