Sony secara resmi meluncurkan Sony RX10 V, generasi terbaru kamera saku superzoom premium yang membawa perombakan desain total serta peningkatan spesifikasi visual yang sangat besar. Kamera hibrida ini dirancang khusus untuk memanjakan para fotografer lanskap, turis, jurnalis satwa, hingga videografer aksi yang membutuhkan jangkauan fokal lensa ekstrem tanpa perlu repot mengganti komponen lensa di lapangan.
Kamera lensa permanen dengan zoom tinggi
Kehadiran Sony RX10 V mendobrak batasan performa sistem autofocus kamera kompak lewat integrasi prosesor kecerdasan buatan AI mandiri yang diadopsi langsung dari kamera mirrorless profesional Sony A7 V. Meskipun tetap mempertahankan resolusi sensor lama, lompatan pada sektor perekaman video 10-bit tanpa pemotongan sensor serta kecepatan bidik beruntun bebas jeda hitam menjadi daya tarik utama gawai ini. Kendati demikian, label harga komersial yang dipatok Sony sangat fantastis dan instan menempatkannya sebagai salah satu kamera saku termahal di pasar global saat ini.
Apa saja detailnya?
Desain Ergonomis Baru Khas Mirrorless dan Kelengkapan Tombol Manual
- Estetika Sasis yang Lebih Gagah: Sony membuang jauh-jauh desain membulat kuno pada seri pendahulunya. Sasis fisik Sony RX10 V kini tampil lebih modern, ramping, dan menyiku tajam guna menyamakan bahasa desain eksetika kamera profesional Sony A7 V. Genggaman tangan grip dibuat jauh lebih besar untuk memastikan kenyamanan pengguna saat menopang bobot lensa dalam durasi lama.
- Kendali Kontrol Fisik Melimpah: Kamera ini dijejali instrumen kontrol manual yang sangat lengkap untuk mendukung alur kerja fotografer pro. Di bagian sasis atas dan belakang kini dihuni oleh tuas kendali joystick, tiga buah kenop putar kontrol, roda kendali, tombol khusus AF-ON, serta kehadiran kenop putar ganda baru di sisi atas yang berfungsi sebagai selektor instan untuk mode foto, video, serta mode gerak lambat cepat S&Q.
Lensa Zeiss 24-600mm dan Pemindai Fokus AI Pintar
- Jangkauan Fokal Super Ekstrem: Senjata utama gawai ini terletak pada komponen lensa optik Zeiss Vario-Sonnar 9.1-210mm yang setara dengan jangkauan 24-600mm di sensor fokal penuh. Lensa ini mengemas bukaan diafragma f2.4 hingga f4.0 yang sangat mumpuni untuk menghasilkan isolasi latar belakang yang rapi. Gambar ditangkap oleh sensor tumpuk stacked 1-inci beresolusi 20,1 megapiksel yang sangat responsif dalam meminimalisir distorsi rolling shutter saat memotret objek berkecepatan tinggi.
- Sistem Pelacakan Subjek Cerdas: Didukung prosesor AI internal yang berdiri mandiri, sistem autofocus gawai ini mampu mendeteksi anatomi wajah, mata, kepala, hingga lekuk tubuh dari manusia, burung, hewan, serangga, hingga mendeteksi moda transportasi seperti mobil, kereta api, dan pesawat terbang. Kecepatan kalkulasi pelacakan fokus otomatis AF dan pencahayaan AE melonjak dua kali lipat menjadi 60 fps, membuat sistem kamera tetap mampu mengunci objek secara presisi meskipun subjek tersebut mendadak berbalik arah, menunduk, atau bergerak secara acak. Pengguna juga bisa memanfaatkan fitur continuous shooting speed boost untuk melompat instan ke kecepatan bidik tertinggi secara mendadak.
Standar Video Bioskop 10-Bit dan Batasan Layar Lipat Vlogging
- Kualitas Perekaman Video Tajam: Sektor videografi menerima peningkatan kasta paling masif lewat dukungan format perekaman 4K 60 fps 10-bit menggunakan metode pembacaan seluruh lebar sensor tanpa adanya pemangkasan piksel pixel binning. Kecepatan perekaman bisa digenjot hingga level 4K 120 fps untuk menghasilkan efek video gerak lambat sinematik yang dramatis dengan sedikit pemotongan sensor, atau opsi resolusi 1080p pada kecepatan 240 fps. Video sudah mendukung profil warna profesional S-Log3, mendukung pemuatan hingga 16 profil LUT kustom, serta sistem penstabil gambar built-in yang jauh lebih kokoh meredam guncangan saat perekaman diambil sambil berjalan kaki.
- Kekecewaan pada Sektor Layar: Meskipun resolusi layar belakang sudah ditingkatkan menjadi lebih tajam ke angka 1,62 juta titik, Sony dinilai melakukan blunder karena layar tersebut hanya bisa ditekuk ke atas bawah tilting dan tidak bisa diputar menghadap ke depan flip-out. Ketiadaan engsel putar penuh ini menjadi kekurangan fatal yang sulit dimaafkan bagi para kreator konten video selfie atau vlogger harian.
Daya Tahan Baterai Besar dan Fitur Siaran Langsung Instan
- Ekosistem Konektivitas Modern: Guna memenuhi standar kerja modern pertengahan tahun 2026 ini, Sony membenamkan satu buah slot kartu memori SD standar kecepatan tinggi UHS-II, colokan mikro HDMI, serta lubang audio 3.5mm untuk mikrofon dan headphone. Kamera juga sudah mengadopsi colokan USB-C kecepatan tinggi yang mendukung pengisian daya kilat sekaligus transfer dokumen data berukuran besar.
- Kapasitas Baterai Tangguh: Masalah borosnya daya pada kamera saku berhasil diatasi berkat adopsi komponen baterai ukuran penuh tipe NP-FZ100 yang diklaim sanggup menemani aktivitas fotografi hingga 630 kali jepretan dalam sekali pengisian daya. Sony RX10 V kini juga sudah mendukung fungsionalitas siaran langsung live streaming mandiri langsung dari kamera dengan resolusi tajam hingga 4K pada kecepatan 30 fps.
Daftar Perubahan Spesifikasi Utama Seri Sony RX10 IV vs Sony RX10 V
Berikut adalah perbandingan peta komparasi spesifikasi teknis antar-generasi kamera superzoom premium milik Sony yang telah dikonversi ke rupiah:
| Fitur Komponen Kamera | Seri Sony RX10 IV Generasi Lama | Seri Sony RX10 V Generasi Terbaru 2026 |
|---|---|---|
| Kecepatan Foto Beruntun | Maksimal 24 fps dengan jeda | Menembus 30 fps blackout free |
| Kerapatan Titik Fokus AF | Memiliki 315 Titik Fokus | Melonjak tajam menjadi 575 Titik Fokus |
| Kualitas Format Video | Standar 4K 30 fps 8-bit | Premium 4K 60 fps 10-bit All-Intra |
| Resolusi Jendela Bidik EVF | Kerapatan 2.4 Juta Titik | Ditingkatkan menjadi 3.69 Juta Titik |
| Komponen Lampu Kilat | Tersedia lampu flash internal bawaan | Resmi dihilangkan dari bodi kamera |
| Label Harga Pembelian | Nilai Jual Generasi Lama | Rp37.490.000 2.300 dolar AS |
Pax insight
Sesi pemesanan awal untuk unit Sony RX10 V saat ini sudah resmi dibuka secara global dengan banderol harga modal menyentuh angka 2.300 dolar AS atau setara dengan Rp37,4 jutaan, di mana proses pengiriman unit ke tangan konsumen dijadwalkan baru akan bergulir pada bulan Agustus 2026 mendatang. Nominal tersebut merupakan angka yang sangat fantastis untuk ukuran sebuah kamera bersensor 1-inci.
Namun bagi para profesional kelas atas yang memiliki budget besar dan mendambakan fleksibilitas lensa superzoom legendaris dengan sokongan otak pintar AI, kamera kompak premium garapan Sony ini menjadi aset investasi digital yang sangat mewah dan tiada tanding di kelasnya.



