OpenAI akhirnya mengumumkan kehadiran ChatGPT Work sebagai produk baru yang menawarkan kemampuan agen untuk mengerjakan beragam tugas.
Menurut OpenAI, ChatGPT Work bisa dipakai untuk menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari mengelola email, mengatur dokumen, sampai melakukan otomasi pekerjaan rutin di berbagai aplikasi.
ChatGPT Work hadir setelah sebelumnya OpenAI dilaporkan tengah mengerjakan aplikasi super untuk desktop yang menggabungkan ChatGTP, agen coding Codex, hingga browser Atlas dalam satu platform.
Apa yang menarik?
Persaingan AI sekarang bergerak dari chatbot yang menjawab pertanyaa menjadi agen yang bisa mengerjakan tugas. Hal itu yang coba dijawab OpenAI dengan menghadirkan ChatGPT Work.
Lewat platform ini, pengguna bisa memakainya untuk melakukan sejumlah tugas, terutama pekerjaan rutin. Jadi, pengguna bisa meminta asisten AI untuk menggarap pekerjaan yang mendasar, dan mereka bisa melakukan hal lainnya.
Dengan integrasi mendalam ke aplikasi sehari-hari, ChatGPT Work juga bisa mengubah cara jutaan orang bekerja. ChatGPT Work berjalan di atas keluarga model GPT-5.6, model bahasa terbaru OpenAI yang sempat tertunda peluncurannya.
Penjadwalan tugas
Salah satu fitur menarik dari ChatGPT Work adalah kemampuan menjadwalkan tugas. Skenario dalam pemakaian sehari-hari contohnya adalah:
- Pengguna memberikan instruksi ke ChatGPT Work dari HP saat melakukan perjalanan ke kantor.
- Agen mulai mengerjakan tugas tersebut.
- Ketika sampai di kantor, tinggal cek progresnya lewat browser atau aplikasi desktop.
- Jika ada yang membutuhkan keputusan pengguna, agen akan meminta konfirmasi.
Bagi profesional yang sering komuter atau memiliki mobiltas tinggi, fitur ini bisa membuat waktu kerja lebih efisien. Bayangkan, ChatGPT bisa diminta merangkum semua email selama meeting atau menyiapkan draft laporan mingguan sebelum tiba di kantor.
Computer use
Selain memiliki fitur menjadwalkan tugas, ChatGPT Work juga mendukung kemampuan untuk menjalankan tugas secara mandiri di komputer pengguna. Dengan kata lain, platform ini bisa diminta melakukan sejumlah hal sebagai berikut:
- Membuka dan menggunakan aplikasi di komputer pengguna.
- Menjelajah web.
- Memindahkan file jika diperlukan.
- Mengeksekusi tugas lintas aplikasi.
Kendali tetap di tangan pengguna
Mengingat kemampuannya terintegrasi dengan perangkat pengguna, OpenAI tetap menekankan aspek kontrol pengguna. Jadi, pengguna tetap memegang kendali, mulai dari menentukan apa saja yang bisa diakses, hingga meminta persetujuan sebelum mengambil tindakan.
Hal ini penting karena kemampuan agen AI untuk mengeksekusi tugas nyata yang tentu membawa risiko di dunia nyata. Sebab, jika salah bertindak, dampaknya bukan sekadar jawaban yang keliru, tapi bisa jadi file terhapus atau salah mengirim email.
Pax insight
Peluncuran ChatGPT Work menandai momen yang cukup penting dalam perkembangan AI konsumen. Kini, AI telah bergeser dari asisten yang menjawab menjadi agen yang mengerjakan tugas.
Hal ini menghadirkan perubahan paradigma yang akan berdampak pada interaksi dengan komputer dalam 5-10 tahun ke depan. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin, AI akan bisa jadi asisten yang mengerjakan beragam hal.
Yang perlu jadi perhatian, bagaimana pengguna bisa memakai dengan bijak, serta kewajiban perusahaan menjamin keamanan data, terutama tugasnya akan erat dengan dokumen internal pengguna.



