Kabar gak enak datang dari salah satu produsen memori terbesar dunia, SK Hynix. Dalam sebuah pernyataan terbaru, mereka memperkirakan bahwa kelangkaan pasokan DRAM untuk pasar mainstream PC kini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun 2028.
Menurut analisis internal SK Hynix, mereka memproyeksikan bahwa pertumbuhan pasokan terhadap DRAM akan terbatas dan gak akan bisa mengejar permintaan. Kondisi ini bikin harga DRAM yang sudah tinggi menjadi semakin sulit dikendalikan, sehingga mebuat massa sulit mendapatkan PC yang terjangkau.
Perusahaan Tinggalakan Pasar Mainstream
Kelangkaan pasokan yang diperkirakan berlangsung lama ini disebabkan oleh strategi besar-besaran para pembuat memori utama. Developer memori udah mengalihkan fokus produksi mereka dari DRAM biasa ke modul HBM (High-Bandwidth Memory) dan DRAM server. Pergeseran ini dilakukan untuk memenuhi permintaan AI server yang tumbuh eksponensial. Akibatnya, kemungkinan melihat pertumbuhan kapasitas produksi yang signifikan untuk pasar konsumen tetep rendah.
Lonjakan kebutuhan AI training data center dari penyedia cloud besar-besaran menjadi pemicu utama. Permintaan besar-besaran ini diperkirakan akan menghasilkan DRAM super-cycle, yakni periode kenaikan permintaan dan harga yang berkelanjutan. Permintaan DRAM server udah tumbuh hampir eksponensial, dan diperkirakan pertumbuhannya akan semakin tajam di tahun mendatang. Ini bikin chipmaker terpaksa mengalokasikan sumber daya mereka ke segmen yang paling menguntungkan.
Dilansir dari laman Wccftech (14/12), angka-angka proyeksi ini bikin ngeri. Diperkirakan pangsa server dalam total permintaan DRAM akan meningkat dari 38% pada tahun 2025 menjadi angka yang wow, yaitu 53% pada tahun 2030. Dominasi server di pasar DRAM ini menunjukkan perubahan fundamental dalam industri memori. Bahkan, dilaporkan bahwa produsen udah menjual habis slot produksi DRAM utama untuk tahun 2026, sementara produksi DRAM PC tradisional diperkirakan akan terus kekurangan pasokan selama beberapa tahun ke depan.
Selain pergeseran fokus produksi, kelangkaan diperparah oleh inventaris pemasok yang udah ditarik ke tingkat historis terendah. Ini bikin tekanan alokasi semakin intens. Laporan menunjukkan bahwa produsen memori seperti SK Hynix mengadopsi strategi ekspansi kapasitas yang konservatif. Strategi ini lebih fokus pada mempertahankan profitabilitas—dengan memproduksi HBM dan DRAM server yang punya margin tinggi, daripada membanjiri pasar dengan pasokan DRAM baru untuk pasar konsumen.
AI PC Naik Daun: Gak Otomatis Bikin Harga DRAM Konsumen Turun
Meskipun pangsa pasar AI PC udah terlihat melonjak, yang diproyeksikan mencapai sekitar 55% dari total pasar PC pada tahun 2026, hal ini gak serta merta menyelesaikan krisis. Shipments PC secara keseluruhan diproyeksikan setara pada tahun 2025. Artinya, meskipun ada AI PC, tekanan pasokan dan harga tetap ada karena sebagian besar capacity tetap didorong ke server dan data center.
Pax Insight
Kelangkaan ini gak cuma melanda DRAM. Analisis SK Hynix juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan pasokan memori NAND (yang digunakan pada SSD) juga berpotensi tertinggal dari permintaan pasar konsumen. Lagi-lagi, penyebabnya adalah permintaan yang lebih tinggi dan profit yang lebih besar dari sisi server. Semua ini menunjukkan tren yang beneran mengkhawatirkan bagi pasar konsumen, yang awalnya diperkirakan akan pulih pada 2027, kini malah terlihat akan berlanjut hingga akhir 2028.



