Gawai
Selasa, 23 Desember 2025 20:02 WIB

Samsung bawa petinggi AMD untuk sempurnakan Exynos

Samsung resmi rekrut John Rayfield, veteran dari AMD dan Intel, untuk pimpin pengembangan GPU dan arsitektur SoC pada prosesor Exynos.

Samsung secara diam-diam telah merekrut eksekutif senior dengan latar belakang panjang di industri semikonduktor global, khususnya dari AMD dan Intel. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut sedang melakukan dorongan baru untuk meningkatkan kualitas prosesor besutan mereka, Exynos.

Upaya ini dilakukan guna menjawab berbagai tantangan teknis yang selama ini menghambat performa cip buatan mereka agar bisa bersaing lebih kompetitif di pasar smartphone kelas flagship yang kian ketat. Sosok yang dipercaya mengemban misi besar ini adalah John Rayfield, yang sebelumnya menjabat sebagai Corporate Vice President di AMD.

Melalui pembaruan profil profesionalnya, Rayfield mengonfirmasi telah bergabung dengan Samsung sekitar dua bulan lalu. Saat ini, ia menjabat sebagai Senior Vice President di Advanced Computing Lab (ACL) pada Samsung Austin Research Center (SARC) di Texas, Amerika Serikat. Kehadirannya diharapkan membawa perspektif baru dalam desain cip dan arsitektur sistem yang lebih efisien bagi ekosistem Galaxy.

Rayfield membawa pengalaman puluhan tahun yang sangat berharga dalam dunia desain cip dan arsitektur sistem. Sebelum berlabuh di Samsung, ia memegang peran senior di berbagai perusahaan elit seperti Intel, Arm, Imagination Technologies, hingga NXP Semiconductors.

Di AMD, ia bekerja sangat erat dengan Microsoft untuk pengembangan PC Copilot+ yang ditenagai seri Ryzen AI 300. Sementara di Intel, ia memimpin divisi Client AI dan Visual Processing Unit (VPU), yang fokus pada akselerasi AI dan arsitektur komputasi tingkat tinggi.

Misi Memperbaiki Reputasi dan Performa Chip Exynos

Dilansir dari laman Gizmochina (23/12), bukan rahasia lagi bahwa cip Exynos milik Samsung sering mendapatkan kritik pedas dalam beberapa tahun terakhir. Model-model terdahulu seperti Exynos 990 dan Exynos 2200 kerap dinilai tertinggal di belakang alternatif Snapdragon dari sisi performa dan efisiensi, terutama dalam beban kerja grafis yang intens. Dengan penunjukan Rayfield, Samsung berambisi untuk mempersempit celah tersebut melalui investasi besar-besaran pada pengembangan silikon internal yang lebih teroptimasi bagi kebutuhan pengguna modern.

Peran utama Rayfield di Samsung dilaporkan mencakup pengawasan terhadap pengembangan GPU, arsitektur SoC (System on Chip), serta riset sistem IP. Ketiga area tersebut selama ini dianggap sebagai titik lemah dari lini Exynos. Tim ACL di bawah kepemimpinannya kini difokuskan untuk memberikan peningkatan nyata pada performa gaming, beban kerja kecerdasan buatan (AI), serta efisiensi daya. Inovasi pada tingkat arsitektur ini krusial untuk memastikan perangkat Samsung di masa depan tidak lagi mengalami kendala throttling atau panas berlebih.

Langkah strategis ini bertepatan dengan persiapan Samsung untuk meluncurkan cip unggulan masa depan, termasuk Exynos 2600 yang dibangun di atas proses fabrikasi 2nm yang sangat canggih. Meskipun dampak kepemimpinan Rayfield kemungkinan baru akan terlihat dalam beberapa siklus produk ke depan, perekrutan ini membuktikan keseriusan Samsung dalam memperkuat lini Exynos. Tujuan jangka panjangnya jelas: mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga seperti Qualcomm dan menghadirkan kemandirian teknologi yang lebih solid.

Bagi para pengguna Galaxy, upaya penguatan internal ini pada akhirnya dapat memberikan performa yang lebih konsisten di seluruh wilayah pemasaran. Selama ini, perbedaan performa antara varian Exynos dan Snapdragon sering kali menjadi perdebatan hangat di komunitas teknologi. Jika strategi baru ini membuahkan hasil, kesenjangan performa tersebut diharapkan dapat hilang sepenuhnya. Hal ini akan memastikan bahwa setiap konsumen mendapatkan pengalaman penggunaan yang serupa, terlepas dari jenis cip yang tertanam di dalam perangkat mereka.