Ricoh Imaging mengumumkan versi khusus dari kamera kompak andalannya, GR IV, yang dirancang sepenuhnya untuk fotografi hitam putih. Model baru bernama GR IV Monochrome ini menyingkirkan lapisan filter warna pada sensor, sehingga mampu menangkap detail monokrom dengan tajam dan kaya tekstur.
Sensor 25,7 megapiksel APSC pada GR IV Monokrom sama seperti versi standar, namun tanpa pola Bayer. Hasilnya, setiap piksel merekam intensitas cahaya langsung, tanpa interpolasi warna, sehingga ton dan kontras hitam putih tampil lebih murni dan berdimensi. Ditunjang sistem reduksi getar (Shake Reduction) terbaru, bidikan tangan bebas blur lebih optimal, meski kecepatan rana lambat.
Lensa tetap menggunakan 18,3 mm f/2,8 (setara 28 mm), ideal untuk foto jalanan dan potret. Ricoh juga menambahkan beberapa pengaturan khusus monokrom, seperti Hight Contrast, Soft, Effect Grain, dan HDR Tone. Setiap mode dapat diatur parameter kontras highlight, kontras bayang, ketajaman, dan efek butiran untuk menyesuaikan gaya visual tanpa perlu pengolahan komputer panjang lebar.
Desain bodi dibuat serba hitam, termasuk lampu indikator yang kini putih, memberi kesan minimalis dan profesional. Logo GR di depan dicat hitam, sementara permukaan bodi dibuat lebih halus untuk sentuhan elegan. Kecepatan autofokus juga mengalami peningkatan, memungkinkan pengguna mengunci subjek dalam sekejap.
Ricoh menjadwalkan peluncuran GR IV Monokrom pada musim semi 2026 dengan harga yang belum diumumkan. Sebagai perbandingan, versi standar GR IV dibanderol USD1.500 (±Rp25 juta). Meski harganya kemungkinan di atas itu, keunikan sensor monokrom dan kontrol gambar lanjutan membuatnya layak dipertimbangkan oleh fotograf yang serius mengejar estetika hitam putih.
Dengan perpaduan ukuran kompak, lensa tajam, dan sensor murni monokrom, Ricoh GR IV Monochrome hadir sebagai opsi menarik bagi penggemar foto jalanan dan dokumenter yang mendambakan tonalitas hitam putih otentik tanpa repot pasca-pemrosesan.



