Xiaomi bersiap meluncurkan Redmi Buds 8 Pro secara global pada 28 Februari. Perangkat ini sudah muncul di situs internasional Xiaomi jelang pengumuman resmi. Model terbaru ini menjadi penerus Redmi Buds 6 Pro. Meski harga belum diumumkan, penjualannya diperkirakan dimulai tak lama setelah acara peluncuran atau awal Maret.
Kenapa ini menarik?
Redmi Buds 8 Pro akan membawa spesifikasi yang biasanya ada di TWS kelas lebih mahal, mulai dari triple-driver hingga dukungan LDAC dan Dolby Audio. Nah, jika harganya tetap agresif seperti seri sebelumnya, ini bisa jadi salah satu TWS paling kompetitif di kelasnya.
Audio & fitur kunci
Redmi Buds 8 Pro hadir dengan peningkatan signifikan di sektor audio dan pengalaman mendengarkan. Berikut ini beberapa fitur utamanya:
- Sistem coaxial triple-driver terbaru.
- Bass lebih kuat di bawah 100Hz dibanding generasi sebelumnya.
- Sertifikasi Hi-Res Audio Wireless.
- Dukungan codec LDAC untuk streaming resolusi tinggi.
- Dukungan Dolby Audio.
- Dimensional audio dengan dynamic head tracking.
Adapun peredam bising yang dibawakan mengalami peningkatan cukup agresif, berikut detail kemampuannya:
- ANC hingga 55dB.
- Cakupan frekuensi sampai 5kHz.
- Pemindaian suara lingkungan 32.000 kali per detik.
- Mode commuting untuk pesawat, kereta, dan transportasi umum.
- Tiga mikrofon per sisi dengan AI noise reduction.
- Tahan angin hingga 12 m/s.
Spesifikasi lainnya
Selain audio, Redmi Buds 8 Pro juga dibekali fitur modern untuk penggunaan sehari-hari. Berikut spesifikasinya:
- Daya tahan hingga 8 jam (33 jam dengan casing).
- Baterai 54mAh per earbud, 480mAh di casing.
- Fast charging 5 menit untuk pemutaran 2 jam.
- Bluetooth 5.4.
- Multipoint dual-device.
- Audio sharing untuk dua pasang earbuds.
- Google Fast Pair.
- Aplikasi Xiaomi Earbuds untuk kustomisasi.
- Rating IP54 (tahan debu dan percikan air).
- Warna: Cloud White, Glacier Blue, Obsidian Black.
- Bonus uji coba Spotify Premium 2 bulan (untuk pengguna baru yang memenuhi syarat).
Pax insight
Menariknya, Xiaomi tidak hanya meningkatkan satu aspek, tetapi hampir seluruh lini: audio, ANC, baterai, hingga konektivitas. Strategi ini menunjukkan pendekatan all-rounder ketimbang fokus pada satu fitur unggulan saja.



