Arsitek utama dari konsol PlayStation, Mark Cerny, mengonfirmasi bahwa Sony sedang mengembangkan teknologi Frame Generation berbasis Machine Learning. Fitur ini akan melampaui kemampuan upscaling PSSR (PlayStation Spectral Super Resolution) yang ada saat ini, dengan fokus meningkatkan kelancaran visual secara artifisial melalui kecerdasan buatan.
Senjata rahasia untuk PS5 Pro
Frame generation memungkinkan konsol menyisipkan bingkai gambar (frame) tambahan yang dibuat oleh AI di antara frame yang dirender secara asli. Hasilnya, gim yang secara teknis berjalan di 30fps dapat terlihat semulus 60fps tanpa membebani daya komputasi mentah GPU. Ini adalah kunci bagi Sony untuk menipiskan jarak visual antara konsol dan PC high-end.
Apa yang ditawarkan untuk pengguna PS5 Pro?
- Evolusi PSSR : Jika PSSR saat ini fokus pada ketajaman gambar, frame generation fokus pada pergerakan yang lebih smooth.
- Kandidat Utama : Meski belum ada tanggal rilis pasti, PS5 Pro adalah kandidat terkuat untuk mencicipi fitur ini karena memiliki perangkat keras akselerasi AI yang lebih mumpuni dibanding PS5 standar.
- Tantangan Latensi: Pakar teknis memperingatkan bahwa frame generation dapat menambah input lag (jeda antara pencetan tombol dan aksi di layar). Sony perlu mengoptimalkan teknologi ini agar tetap terasa responsif.
- Visi Jangka Panjang: Teknologi ini merupakan bagian dari kolaborasi Sony dan AMD dalam "Project Amethyst", yang diprediksi akan menjadi tulang punggung grafis pada PlayStation 6.
Pax insight
Konfirmasi dari Mark Cerny menandakan pergeseran strategi Sony: performa masa depan tidak lagi hanya bergantung pada kekuatan silikon mentah, melainkan pada kecerdasan algoritma AI. Jangan berharap fitur ini muncul dalam waktu dekat; estimasi rilis paling cepat adalah tahun 2027.



