Electronic Arts atau EA resmi mengumumkan bahwa layanan online untuk Battlefield Hardline versi konsol akan segera dihentikan. Game ini dijadwalkan dihapus dari toko digital pada 22 Mei 2026, sementara server online-nya akan resmi ditutup pada 22 Juni 2026.
Kenapa ini penting?
Penutupan server game lama bukan hanya masalah satu game yang berhenti beroperasi, tapi bagaimana industri game mengelola masa pakai game digital. Sebagian besar konten multiplayer biasanya hilang saat server online dihentikan. Pemain tidak bisa memanfaatkan fitur utama, terutama untuk game yang berfokus pada mode online.
Dampak penutupan & kondisi game saat ini
Penghentian server ini tidak berlaku untuk semua platform. Versi PC dari Battlefield Hardline masih tetap tersedia dan dapat dimainkan melalui platform seperti Steam maupun aplikasi resmi milik Electronic Arts.
Meski alasan spesifik tidak dijelaskan secara rinci oleh EA melalui pengumuman di platform X, perusahaan mengarahkan pemain ke halaman FAQ yang menjelaskan alasan umum penghentian server.
Beberapa faktor yang biasanya memicu penghentian layanan antara lain:
- Penurunan jumlah pemain aktif
- Biaya operasional server yang tidak lagi efisien
- Usia game yang sudah cukup lama
Tren industri & gerakan stop killing games
Banyak publisher besar secara rutin menghentikan layanan untuk judul yang basis pemainnya semakin kecil. Namun dalam beberapa waktu terakhir, isu ini menjadi sorotan publik berkat munculnya gerakan Stop Killing Games.
Beberapa poin utama yang disoroti dalam gerakan tersebut:
- Pentingnya menjaga akses terhadap game lama
- Risiko hilangnya konten secara permanen setelah server ditutup
- Perlunya alternatif seperti mode offline atau server komunitas
- Dorongan kepada publisher agar mempertimbangkan solusi jangka panjang
Pax Insight
Di satu sisi, langkah seperti ini masuk akal dari sisi bisnis karena biaya server tidak sebanding dengan jumlah pemain. Namun, semakin banyak pemain mulai mempertanyakan bagaimana nasib game yang mereka beli jika server ditutup tanpa opsi lain. Fenomena seperti gerakan Stop Killing Games juga menandakan bahwa di masa depan, perselisihan soal hak kepemilikan digital kemungkinan besar akan meningkat.



