Gawai
Jumat, 17 April 2026 10:09 WIB

Tak hanya di Indonesia, Privacy Display Galaxy S26 Ultra jadi andalan di Eropa

Tak hanya di Indonesia, riset Samsung sebut Privacy Display di Galaxy S26 Ultra juga jadi andalan di Eropa.

Studi terbaru dari Samsung terhadap 11.000 responden di Eropa mengungkap realitas mengejutkan bahwa lebih dari separuh masyarakat pernah mengintip layar ponsel orang asing di ruang publik. Menjawab krisis privasi ini, Samsung merilis Galaxy S26 Ultra yang dilengkapi teknologi bawaan bernama Privacy Display.

Kenapa ini penting?

Mengintip layar kini menjadi ancaman keamanan digital sehari-hari, sebuah isu yang juga sangat relevan bagi masyarakat komuter kota besar di Indonesia. Ketakutan akan tereksposnya privasi ini telah memaksa banyak orang menunda aktivitas penting seperti transaksi perbankan atau sekadar membaca pesan pribadi saat berada di transportasi umum maupun fasilitas publik.

Apa saja detail dari studi ini?

  • Banyak Penonton Tak Sengaja: Sebanyak 56 persen responden mengaku pernah melihat layar ponsel orang lain. Dari angka tersebut, 57 persen kasus terjadi di transportasi umum dan 24 persen responden melakukannya secara sengaja karena murni rasa penasaran.
  • Konten Sensitif yang Terekspos: Informasi yang paling sering tidak sengaja terlihat meliputi foto pribadi sebesar 38 persen, panggilan video 33 persen, pesan pribadi 29 persen, hingga detail saldo bank di angka 11 persen.
  • Memicu Perubahan Perilaku: Akibat fenomena ini, 38 persen pengguna memilih menunda aktivitas digital di tempat umum karena takut diawasi. Mayoritas menghindari membuka aplikasi perbankan sebesar 62 persen, memasukkan kata sandi 49 persen, dan membaca pesan privat 43 persen.
  • Solusi Perangkat Keras S26 Ultra: Layar Privacy Display pada Galaxy S26 Ultra dirancang secara fisik untuk membuat konten hanya bisa dibaca dari sudut pandang lurus arah depan. Inovasi ini melindungi privasi pengguna dari pandangan samping tanpa mengurangi kualitas visual sedikit pun.

Pax insight

Batas antara ruang publik dan privasi digital kini makin kabur. Kehadiran layar anti-intip dari Samsung yang juga didukung pembaruan keamanan hingga tujuh tahun ini memberikan ketenangan pikiran bagi para pengguna untuk tetap produktif mengelola informasi sensitif mereka di keramaian tanpa rasa waswas.