Pasar smartphone flagship Indonesia sejak akhir 2025 hingga 2026 ini memperlihatkan perubahan signifikan, terutama di segi kamera. Smartphone flagship berevolusi jadi perangkat produksi konten. Berlomba di sektor kamera canggih –bahkan dilengkapi dengan modul lensa tambahan–, pemrosesan berbasis AI, serta kinerja tinggi.
Untuk menunjang kemampuannya sebagai mesin produksi konten, sejumlah vendor bahkan berkolaborasi dengan raksasa optik Zeiss (Vivo), Leica (Xiaomi) dan Hasselblad (Oppo).
Jika melihat pasar Indonesia, flagship smartphone yang sudah dipastikan kehadirannya meliputi Vivo X300 Ultra, Xiaomi 17 Ultra, Oppo Find X9 Ultra, Samsung Galaxy S26 Ultra dan iPhone 17 Pro Max yang sudah rilis lebih dahulu September 2025. Kelima flagship ini hadir dengan karakter masing-masing.
Vivo X300 Ultra
Vivo X300 Ultra mengusung sensor utama Sony LYT-901 35mm, berukuran besar 1/1.12 inci dengan resolusi hingga 200MP. Untuk kebutuhan telephoto disematkan kamera 85mm APO telephoto 200MP dengan sensor besar 1/1.4 inci dan dukungan teknologi stabilisasi mirip gimbal. Lensa tele ini juga sekaligus memiliki kemampuan fotografi makro.
Kolaborasi dengan Zeiss diwujudkan dengan kehadiran Zeiss T* coating untuk membantu mengurangi flare dan ghosting. Keduanya merupakan masalah umum pada fotografi digital dengan sensor besar.
Vivo X300 Ultra juga dilengkapi lensa extender berbasis Zeiss yang bisa dipasang langsung ke perangkat dan terintegrasi dengan sistem kamera. Lensa ini dirancang untuk memperluas focal lenght ke kisaran +100-200mm, menghadirkan aperture optik lebih besar, menghasilkan bokeh lebih natural, serta mempertahankan karakter warna Zeiss.
Dengan begitu, kehadirannya membuka kemungkinan penggunaan Vivo X300 Ultra ke arah semi-profesional.
Spesifikasi Vivo X300 Ultra
- Kamera utama: 200MP, sensor 1/1.12 inci
- Telephoto: 200MP periskop 85mm
- Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5
- RAM/ Storage: hingga 16GB/ 1TB
- Perekaman video: 4K 120fps.
Xiaomi 17 Ultra

Berkolaborasi dengan Leica, keduanya menghasilkan lensa Summilux VARIO-APO yang memiliki rentang fokus dari 14mm hingga 100mm. Salah satu inovasi teknis yang diusung pada perangkat ini adalah penggunaan cincin zoom mekanis untuk transisi optik berkelanjutan antara 3,2x hingga 4,3x pada lensa periskop 200MP.
Dalam hal lensa modular, sistem lensa yang dikembangkan disebut memungkinkan variasi focal length 35mm hingga lebih dari 200MP, depth optik nyata layaknya kamera, serta transisi fokus lebih halus.
Kolaborasi ini seolah berupaya mendekatkan pengalaman fotografi smartphone ke kamera mirrorless.
Spesifikasi Xiaomi 17 Ultra
- Kamera utama: 50MP sensor 1 inci
- Telephoto: hingga 200MP periskop
- Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5
- RAM/ Storage: hingga 16GB/ 1TB
- Video: 4K 60fps Dolby Vision HDR
Oppo Find X9 Ultra

Kolaborasi dengan Hasselblad fokus pada reproduksi warna natural. Oppo juga mengembangkan lensa extender untuk memperluas kemampuan zoom dengan focal length hingga 300mm yang optimal untuk memotret objek jauh.
Spesifikasi Oppo Find X9 Ultra
- Kamera utama: 50MP, sensor 1/1.12 inci, aperture f/1.15
- Telephoto: 200MP (3x) dan 50MP (10x).
- Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5
- RAM/ Storage: hingga 16GB/ 1TB
- Video: 4K HDR
Samsung Galaxy S26 Ultra

Samsung mengandalkan kombinasi zoom 3x dan 5x optical zoom. Dengan dukungan pemrosesan berbasis AI, Galaxy S26 Ultra menghasilkan kualitas zoom mendekati optik hingga 10x.
Samsung juga mengambil pendekatan AI untuk memproses salah satu fitur unggulannya, Nightography foto dan video dan AI object tracking.
Tak seperti Vivo, Xiaomi, dan Oppo, Samsung tidak mengadopsi lensa extender. Samsung masih berfokus pada integrasi hardware dan software, sehingga pengalaman pengguna tetap praktis tanpa aksesori tambahan.
Spesifikasi Galaxy S26 Ultra
- Kamera utama: 200MP, aperture variabel f/1.4 - f/4.0
- Telephoto: 3x + 5x optical zoom
- Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy
- RAM/ Storage: hingga 16GB/ 1TB
- Video: hingga 8K
iPhone 17 Pro Max

Seperti Samsung, Apple tidak mengadopsi pendekatan lensa modular atau extender, melainkan memaksimalkan integrasi internal dengan dukungan chipset Apple A19 Pro-nya.
Spesifikasi iPhone 17 Pro Max
- Kamera: 48MP (Semua lensa)
- Telephoto: Tetraprism 8x
- Chipset: Apple A19 Pro
- Storage: hingga 2TB
- Video: ProRes + Dolby Vision
Mengapa brand Tiongkok perkenalkan lensa extender?
Dari perbandingan di atas, menarik untuk dilihat bagaimana ketiga brand Tiongkok menggunakan pendekatan lensa modular guna meningkatkan persaingan di sektor fotografi.
- Hal ini tidak lepas dari batas fisik smartphone, karena tidak mungkin vendor terus menambah kualitas optik tanpa memperbesar bodi ponsel.
- Vendor ingin menghadirkan smartphone yang memiliki kemampuan setara atau setidaknya mendekati kamera profesional. Pasalnya, lensa extender memungkinkan kamera menghasilkan bokeh asli serta kemampuan zoom optik hingga tingkat ekstrem (yang sulit dicapai kamera smartphone dengan keterbatasan bodinya).
- Penggunaan lensa tambahan ini juga bisa menjadi diferensiasi pada persaingan ponsel flagship. Apalagi, kelas flagship sudah pasti punya performa kencang (beberapa Android menggunakan chipset kelas atas yang sama). Oleh karenanya, lensa extender bisa jadi pembeda.
- Lensa extender juga bisa menjadi dari ekosistem baru bagi smartphone, karena smartphone dapat berubah jadi bodi kamera dan lensa jadi aksesorisnya.
Pilih yang mana?
Kalau harus memilih salah satu, Anda akan pilih yang mana? Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah tidak ada satu smartphone yang unggul di semua aspek.
- Vivo memiliki fleksibilitas kamera dan dukungan lensa teleconverter.
- Xiaomi memiliki kualitas foto dan karakter warna berkat kolaborasi Leica.
- Oppo bisa jadi menang di segmentasi fotografi jarak jauh.
- Samsung cukup kuat sebagai flagship all-rounder dengan deretan fitur AI-nya.
- iPhone kerap dianggap memiliki kualitas video dan ekosistem yang mapan.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pax Insight
Perkembangan smartphone flagship yang rilis akhir 2025 dan 2026 ini memperlihatkan bahwa tiap perangkat hadir dengan pendekatan spesifik. Ada yang menonjol di karakter gambar, fleksibilitas kamera, hingga kemampuan zoom.
Dalam praktiknya, pengguna yang ingin bereksplorasi dengan fotografi mungkin akan tertarik dengan pendekatan lensa modular. Adapun pengguna yang butuh kepraktisan mungkin akan cocok dengan sistem kamera terintegrasi penuh yang ditawarkan sebuah smartphone.
Pada akhirnya, vendor memiliki peta inovasi untuk menciptakan smartphone flagship yang bukan hanya memenuhi kebutuhan, tetapi melampaui fungsi awalnya - menjadi platform produktivitas lewat fitur kamera hingga kecerdasan buatan yang tersemat.



