Gawai
Jumat, 15 Mei 2026 12:01 WIB

Perang smartphone flagship 2026: saat Ultra jadi standar baru

Persaingan smartphone flagship 2026 tak lagi sekadar adu spesifikasi, melainkan pertarungan menghadirkan pengalaman fotografi dan produksi konten—bahkan hingga mendekati kamera profesional lewat inovasi seperti lensa modular.

Pasar smartphone flagship Indonesia sejak akhir 2025 hingga 2026 ini memperlihatkan perubahan signifikan, terutama di segi kamera. Smartphone flagship berevolusi jadi perangkat produksi konten. Berlomba di sektor kamera canggih –bahkan dilengkapi dengan modul lensa tambahan–, pemrosesan berbasis AI, serta kinerja tinggi. 

Untuk menunjang kemampuannya sebagai mesin produksi konten, sejumlah vendor bahkan berkolaborasi dengan raksasa optik Zeiss (Vivo), Leica (Xiaomi) dan Hasselblad (Oppo). 

Jika melihat pasar Indonesia, flagship smartphone yang sudah dipastikan kehadirannya meliputi Vivo X300 Ultra, Xiaomi 17 Ultra, Oppo Find X9 Ultra, Samsung Galaxy S26 Ultra dan iPhone 17 Pro Max yang sudah rilis lebih dahulu September 2025. Kelima flagship ini hadir dengan karakter masing-masing.

Vivo X300 Ultra 

Vivo X300 Ultra mengusung sensor utama Sony LYT-901 35mm, berukuran besar 1/1.12 inci dengan resolusi hingga 200MP. Untuk kebutuhan telephoto disematkan kamera 85mm APO telephoto 200MP dengan sensor besar 1/1.4 inci dan dukungan teknologi stabilisasi mirip gimbal. Lensa tele ini juga sekaligus memiliki kemampuan fotografi makro. 

Kolaborasi dengan Zeiss diwujudkan dengan kehadiran Zeiss T* coating untuk membantu mengurangi flare dan ghosting. Keduanya merupakan masalah umum pada fotografi digital dengan sensor besar. 

Vivo X300 Ultra juga dilengkapi lensa extender berbasis Zeiss yang bisa dipasang langsung ke perangkat dan terintegrasi dengan sistem kamera. Lensa ini dirancang untuk memperluas focal lenght ke kisaran +100-200mm, menghadirkan aperture optik lebih besar, menghasilkan bokeh lebih natural, serta mempertahankan karakter warna Zeiss.

Dengan begitu, kehadirannya membuka kemungkinan penggunaan Vivo X300 Ultra ke arah semi-profesional. 

Spesifikasi Vivo X300 Ultra

  • Kamera utama: 200MP, sensor 1/1.12 inci
  • Telephoto: 200MP periskop 85mm
  • Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5
  • RAM/ Storage: hingga 16GB/ 1TB
  • Perekaman video: 4K 120fps. 

Xiaomi 17 Ultra 

Xiaomi 17 Ultra mengambil pendekatan berbeda, dengan memaksimalkan ukuran sensor. Perangkat ini menggunakan sensor Light Fusion 1050L berukuran 1 inci dengan resolusi 50 MP. 

Berkolaborasi dengan Leica, keduanya menghasilkan lensa Summilux VARIO-APO yang memiliki rentang fokus dari 14mm hingga 100mm. Salah satu inovasi teknis yang diusung pada perangkat ini adalah penggunaan cincin zoom mekanis untuk transisi optik berkelanjutan antara 3,2x hingga 4,3x pada lensa periskop 200MP. 

Dalam hal lensa modular, sistem lensa yang dikembangkan disebut memungkinkan variasi focal length 35mm hingga lebih dari 200MP, depth optik nyata layaknya kamera, serta transisi fokus lebih halus. 

Kolaborasi ini seolah berupaya mendekatkan pengalaman fotografi smartphone ke kamera mirrorless. 

Spesifikasi Xiaomi 17 Ultra

  • Kamera utama: 50MP sensor 1 inci
  • Telephoto: hingga 200MP periskop
  • Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5
  • RAM/ Storage: hingga 16GB/ 1TB
  • Video: 4K 60fps Dolby Vision HDR

Oppo Find X9 Ultra

Oppo Find X9 Ultra menghadirkan konfigurasi kamera dengan sensor Sony LYT-901 1.12 inci, aperture f/1.5 yang diklaim 25 persen lebih terang dari kompetitor. Perangkat ini menggunakan dua lensa periskop, satu untuk zoom optik 3x (sensor OmniVision OV52A 200MP) dan zoom optik 10x (sensor Samsung ISOCELL JNL 50MP). 

Kolaborasi dengan Hasselblad fokus pada reproduksi warna natural. Oppo juga mengembangkan lensa extender untuk memperluas kemampuan zoom dengan focal length hingga 300mm yang optimal untuk memotret objek jauh. 

Spesifikasi Oppo Find X9 Ultra

  • Kamera utama: 50MP, sensor 1/1.12 inci, aperture f/1.15
  • Telephoto: 200MP (3x) dan 50MP (10x). 
  • Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5
  • RAM/ Storage: hingga 16GB/ 1TB
  • Video: 4K HDR

Samsung Galaxy S26 Ultra

Samsung Galaxy S26 UltraGalaxy S26 Ultra mempertahankan pendekatan “perangkat serba bisa”. Dari segi kamera utamanya 200MP dipadukan dengan aperture variabel dan pemrosesan AI yang makin dimatangkan. 

Samsung mengandalkan kombinasi zoom 3x dan 5x optical zoom. Dengan dukungan pemrosesan berbasis AI, Galaxy S26 Ultra menghasilkan kualitas zoom mendekati optik hingga 10x. 

Samsung juga mengambil pendekatan AI untuk memproses salah satu fitur unggulannya, Nightography foto dan video dan AI object tracking.

Tak seperti Vivo, Xiaomi, dan Oppo, Samsung tidak mengadopsi lensa extender. Samsung masih berfokus pada integrasi hardware dan software, sehingga pengalaman pengguna tetap praktis tanpa aksesori tambahan. 

Spesifikasi Galaxy S26 Ultra

  • Kamera utama: 200MP, aperture variabel f/1.4 - f/4.0
  • Telephoto: 3x + 5x optical zoom
  • Chipset: Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy
  • RAM/ Storage: hingga 16GB/ 1TB
  • Video: hingga 8K

iPhone 17 Pro Max

iPhone 17 Pro Max menggunakan sensor 48MP di seluruh kamera belakang, terdiri dari lensa utama 24mm, telephoto dengan zoom optik 8x, dan ultra-wide. 

Seperti Samsung, Apple tidak mengadopsi pendekatan lensa modular atau extender, melainkan memaksimalkan integrasi internal dengan dukungan chipset Apple A19 Pro-nya. 

Spesifikasi iPhone 17 Pro Max

  • Kamera: 48MP (Semua lensa)
  • Telephoto: Tetraprism 8x
  • Chipset: Apple A19 Pro
  • Storage: hingga 2TB
  • Video: ProRes + Dolby Vision

Mengapa brand Tiongkok perkenalkan lensa extender?

Dari perbandingan di atas, menarik untuk dilihat bagaimana ketiga brand Tiongkok menggunakan pendekatan lensa modular guna meningkatkan persaingan di sektor fotografi.

  • Hal ini tidak lepas dari batas fisik smartphone, karena tidak mungkin vendor terus menambah kualitas optik tanpa memperbesar bodi ponsel. 
  • Vendor ingin menghadirkan smartphone yang memiliki kemampuan setara atau setidaknya mendekati kamera profesional. Pasalnya, lensa extender memungkinkan kamera menghasilkan bokeh asli serta kemampuan zoom optik hingga tingkat ekstrem (yang sulit dicapai kamera smartphone dengan keterbatasan bodinya). 
  • Penggunaan lensa tambahan ini juga bisa menjadi diferensiasi pada persaingan ponsel flagship. Apalagi, kelas flagship sudah pasti punya performa kencang (beberapa Android menggunakan chipset kelas atas yang sama). Oleh karenanya, lensa extender bisa jadi pembeda. 
  • Lensa extender juga bisa menjadi dari ekosistem baru bagi smartphone, karena smartphone dapat berubah jadi bodi kamera dan lensa jadi aksesorisnya.   

Pilih yang mana?

Kalau harus memilih salah satu, Anda akan pilih yang mana? Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah tidak ada satu smartphone yang unggul di semua aspek. 

  • Vivo memiliki fleksibilitas kamera dan dukungan lensa teleconverter. 
  • Xiaomi memiliki kualitas foto dan karakter warna berkat kolaborasi Leica. 
  • Oppo bisa jadi menang di segmentasi fotografi jarak jauh. 
  • Samsung cukup kuat sebagai flagship all-rounder dengan deretan fitur AI-nya. 
  • iPhone kerap dianggap memiliki kualitas video dan ekosistem yang mapan. 

Parameter

vivo X300 Ultra

Xiaomi 17 Ultra

OPPO Find X9 Ultra

Samsung Galaxy S26 Ultra

iPhone 17 Pro Max

Chipset

Snapdragon 8 Elite Gen 5

Snapdragon 8 Elite Gen 5

Snapdragon 8 Elite Gen 5

Snapdragon 8 Elite Gen 5 (for Galaxy)

Apple A19 Pro

Layar

±6.8" LTPO AMOLED

±6.73" LTPO AMOLED

±6.82" LTPO AMOLED

±6.8" Dynamic AMOLED

±6.9" OLED

Sensor Utama

Sony LYT-901 (200 MP)

Light Fusion 1050L (50 MP)

Sony LYT-901 (50 MP)

ISOCELL HP2 (200 MP)

48 MP (Apple custom)

Ukuran Sensor

±1/1.12 inci

1 inci

±1/1.12 inci

±1/1.3 inci

±1/1.3 inci

Aperture

f/1.8

f/1.6 (±)

f/1.5

Variabel f/1.4–f/4.0

f/1.8 (±)

Ultrawide

50 MP

50 MP

50 MP

12 MP

48 MP

Telephoto

200 MP Periskop

200 MP Periskop

200 MP (3x) + 50 MP (10x)

10 MP (3x) + 50 MP (5x)

Tetraprism ±8x

Pabrikan Lensa

Zeiss

Leica

Hasselblad

In-house Samsung

In-house Apple

Chip Gambar

Vivo V-series ISP

Xiaomi Imaging Engine

MariSilicon X

ProVisual Engine

Apple ISP + Neural Engine

Video Maks

4K 120fps

4K 60fps Dolby Vision

4K HDR

8K + AI video

ProRes + Dolby Vision

Baterai

±5.500 mAh (>100W)

±5.300 mAh (>120W)

±5.200 mAh (>100W)

±5.000 mAh

±4.800 mAh

Pax Insight

Perkembangan smartphone flagship yang rilis akhir 2025 dan 2026 ini memperlihatkan bahwa tiap perangkat hadir dengan pendekatan spesifik. Ada yang menonjol di karakter gambar, fleksibilitas kamera, hingga kemampuan zoom. 

Dalam praktiknya, pengguna yang ingin bereksplorasi dengan fotografi mungkin akan tertarik dengan pendekatan lensa modular. Adapun pengguna yang butuh kepraktisan mungkin akan cocok dengan sistem kamera terintegrasi penuh yang ditawarkan sebuah smartphone. 

Pada akhirnya, vendor memiliki peta inovasi untuk menciptakan smartphone flagship yang bukan hanya memenuhi kebutuhan, tetapi melampaui fungsi awalnya - menjadi platform produktivitas lewat fitur kamera hingga kecerdasan buatan yang tersemat.