NVIDIA selama ini terkenal sebagai produsen GPU kelas atas. Namun dalam sebuah kabar terbaru, mereka berencana untuk membuat sebuah laptop gaming mereka sendiri, yang menggabungkan prosesor berbasis ARM dengan GPU milik mereka.
Kenapa NVIDIA kepikiran membuat laptop sendiri?
Keoutusan ini adalah sebuah pergeseran strategi yang masif. Alih-alih hanya memasok GPU terpisah untuk disandingkan dengan cip Intel atau AMD, Nvidia berencana membuat System-on-a-Chip (SoC) yang menggabungkan CPU, GPU, dan akselerator AI secara terpadu.
Menariknya, ambisi ini sudah mendapatkan Dukungan dari beberapa vendor. Sebut saja Dell dan Lenovo, yang dikabarkan sudah mulai menggarap laptop yang ditenagai cip baru Nvidia ini.
Keunggulan dan tantangan laptop milik NVIDIA
Meski terdengar cukup menarik, ada beberapa keunggulan dan kelemahan dari solusi NVIDIA ini.
Keunggulan
Dikarenakan menggunakan SoC buatkan sendiri, chipset ini menjanjikan desain laptop yang lebih tipis, daya tahan baterai panjang, serta performa AI on-device tingkat tinggi untuk menyaingi efisiensi Apple Silicon di lini MacBook.
Tantangan
Sebagai chip generasi pertama, platform ini mungkin akan menghadapi kendala awal terkait kompatibilitas perangkat lunak dan keseimbangan antara manajemen suhu (thermal) dengan performa.
Pax insight
Kedatangan cip terintegrasi Nvidia pada akhir tahun ini, dengan ketersediaan yang lebih luas pada tahun 2026, berpotensi merombak total peta persaingan pasar PC Windows yang selama ini didominasi oleh Intel, AMD, dan Qualcomm.



