Gawai
Jumat, 13 Maret 2026 14:09 WIB

Counterpoint : Kelangkaan memory akan terus terjadi hingga 2027

Dalam sebuah kabar terbaru, Counterpoit Research sebut kelangkaan memoru akan terus terjadi hingga 2027.

Laporan terbaru dari Counterpoint Research yang mereka lakukan pada bulan Maret 2026 mengungkapkan prospek suram bagi pasar memori global. Kelangkaan DRAM dan NAND diperkirakan akan terus berlanjut setidaknya hingga semester kedua 2027, dengan potensi perpanjangan jika celah antara pasokan dan permintaan tidak segera tertutup.

Hasil analisis Counterpoint Research

Ini bukan sekadar siklus pasar biasa, melainkan "kejutan pasokan" (supply shock) struktural. Lonjakan infrastruktur AI telah menyedot kapasitas produksi memori ke produk bernilai tinggi seperti HBM (High Bandwidth Memory), sehingga mengorbankan pasokan untuk perangkat konsumen seperti smartphone dan PC. Dampaknya, harga memori melonjak hingga 180%, yang memicu kenaikan harga perangkat elektronik secara luas.

 

 

Apa yang ditemukan Counterpoint Research?

  • Lonjakan harga ekstrem : Harga produk memori tertentu telah naik lebih dari tiga kali lipat. Per Q1 2026, harga 8GB SO-DIMM DDR4 (umum untuk laptop) melonjak 180%, sementara 64GB server RDIMM DDR5 naik 150%.
  • AI jadi prioritas : Produsen besar (Samsung, SK Hynix, Micron) mengalihkan hingga 40% kapasitas wafer mereka untuk produksi memori AI. Sebagai gambaran, satu keping HBM membutuhkan kapasitas wafer 3x lipat dibanding DDR5 standar, namun memberikan margin keuntungan yang jauh lebih besar.
  • Dampak pada konsumen :
    - Smartphone : Biaya komponen memori kini mencakup hingga 20–25% dari total biaya produksi (BOM). Harga    HP kelas entri diprediksi naik sekitar $30, sementara flagship bisa naik $150–$200.
    - PC & Gaming : Kelangkaan ini mulai menghambat produksi laptop "AI PC" dan menyebabkan kenaikan harga    pada perangkat seperti ROG Xbox Ally dan Steam Deck.
  • Prediksi pemulihan : Meskipun produsen mengucurkan investasi hingga 90 triliun Won untuk pabrik baru, kapasitas tambahan yang signifikan tidak akan terasa sebelum H2 2027. Analis menyebut periode 2026 sebagai "tahun terburuk" bagi industri smartphone karena penurunan pengapalan yang drastis.

Pax insight

Era "smartphone murah" dan memori terjangkau untuk PC dan laptop kemungkinan besar telah berakhir. Hingga tahun 2027, konsumen harus bersiap menghadapi harga perangkat yang lebih tinggi atau spesifikasi memori yang dipangkas oleh produsen untuk menekan biaya.