Departemen Keadilan AS (DOJ) mendakwa tiga orang yang terkait dengan Super Micro Computer atas tuduhan penyelundupan server berisi GPU canggih NVIDIA. Server-server ini menggunakan seri Blackwell B200 dan Hopper yang dikirim ke Tiongkok secara ilegal, dengan nilai pengiriman mencapai USD2,5 miliar atau sekitar Rp39 triliun antara tahun 2024 hingga awal 2026.
Akibat perang dagang AS vs Tiongkok
Kasus ini merupakan salah satu pelanggaran kontrol ekspor terbesar dalam sejarah AS. Skandal ini mengungkap betapa tingginya permintaan Tiongkok akan infrastruktur AI dan bagaimana celah dalam rantai pasokan global dimanfaatkan untuk menghindari sanksi pemerintah AS yang bertujuan membatasi kemampuan militer dan teknologi AI Tiongkok.
Apa saja yang terjadi dalam proses penyelundupan ilegal ini?
Pelaku dan modus operandi
Tiga individu yang didakwa adalah:
- Yih-Shyan "Wally" Liaw: Co-founder, Senior VP, dan anggota dewan direksi Super Micro (telah mengundurkan diri).
- Ruei-Tsang "Steven" Chang: Manajer penjualan di Taiwan.
- Ting-Wei "Willy" Sun: Kontraktor pihak ketiga.
Taktik penyamaran
- Pesanan Fiktif: Menggunakan perusahaan perantara di Asia Tenggara untuk memesan server seolah-olah untuk penggunaan lokal.
- Dummy Servers: Menggunakan alat pengering rambut (hair dryer) untuk mencopot label nomor seri dari server asli dan menempelkannya pada ribuan server replika (dummy) yang tidak berfungsi untuk mengelabui auditor internal dan tim kepatuhan AS.
- Pengemasan Ulang: Server asli dikirim ke Taiwan, dikemas ulang dalam kotak tanpa merek, lalu diteruskan ke Tiongkok.
Dampak terhadap Super Micro dan pasar
- Kejatuhan Saham: Saham Super Micro (SMCI) anjlok hingga 33% pada Jumat, 20 Maret 2026, menghapus kapitalisasi pasar sekitar USD4,5 miliar. Analis menyebut perusahaan ini "tidak layak investasi" karena masalah tata kelola yang berulang.
- Efek Domino: Harga saham NVIDIA turun sekitar 1,6% karena Super Micro menyumbang sekitar 9% dari total pendapatan NVIDIA.
- Perubahan Manajemen: Super Micro menunjuk DeAnna Luna (mantan eksekutif Intel) sebagai Acting Chief Compliance Officer untuk memperbaiki pengawasan internal.
Konteks penegakan hukum
Pemerintah AS telah memperketat kontrol ekspor chip AI ke Tiongkok sejak 2022. DOJ menyatakan skandal ini menjadi pengingat bagi industri bahwa mereka tidak akan menoleransi perusahaan Amerika yang digunakan sebagai alat untuk menyediakan teknologi sensitif kepada musuh negara.
Pax insight
Skandal ini memberikan "awan gelap" baru bagi Super Micro yang sebelumnya sudah sering tersandung masalah akuntansi. Sementara itu, kompetitor seperti Dell Technologies justru mengalami kenaikan saham karena investor memprediksi migrasi pelanggan dari Super Micro demi alasan keamanan dan kepatuhan hukum.



