Gawai
Senin, 22 Desember 2025 17:01 WIB

Model terakhir LCD Steam Deck resmi disuntik mati

Valve secara resmi mengumumkan penghentian produksi model LCD 256GB dari konsol genggam populer mereka, Steam Deck.
Sumber: Valve

Valve secara resmi mengumumkan penghentian produksi model LCD 256GB dari konsol genggam populer mereka, Steam Deck. Dalam catatan yang tertera di halaman penjualan resminya, Valve menyatakan bahwa model ini "tidak lagi diproduksi" dan "tidak akan tersedia lagi setelah stok habis”, sebagaimana dilansir dari Engadget.

Pengumuman ini menandai berakhirnya era Steam Deck versi LCD yang selama ini dikenal sebagai opsi yang lebih terjangkau. Bagi banyak gamer, model LCD ini adalah pintu masuk yang ideal ke dunia PC gaming portabel karena harganya yang kompetitif, yaitu US$ 399 (sekitar Rp 6,6 juta, dengan asumsi kurs Rp 16.700). Namun, kini opsi tersebut telah menghilang. Stok baru maupun unit rekondisi (refurbished) dari model LCD ini dilaporkan sudah ludes terjual di situs resmi Valve.

Dengan hilangnya model LCD, calon pembeli sekarang "dipaksa" untuk beralih ke model OLED yang lebih superior namun juga lebih mahal. Pilihan termurah kini adalah Steam Deck OLED 512GB dengan harga US$ 549 (sekitar Rp 9,1 juta), atau varian 1TB yang dibanderol mulai US$ 649 (sekitar Rp 10,8 juta).

Meskipun harganya lebih tinggi, model OLED memang menawarkan peningkatan signifikan. Pengguna mendapatkan layar yang lebih besar dengan warna yang jauh lebih hidup, refresh rate yang lebih tinggi untuk gerakan yang lebih mulus, serta daya tahan baterai yang lebih awet.

Bagi Anda yang sudah memiliki model LCD, jangan khawatir. Valve berjanji akan terus memberikan dukungan pembaruan perangkat lunak (software update) untuk model lawas ini di masa mendatang. Jadi, meskipun perangkatnya sudah tidak diproduksi, umurnya di tangan pengguna masih akan panjang.

Pax Insight

Keputusan Valve untuk "membunuh" model LCD ini bukanlah kejutan besar, melainkan langkah strategis untuk menyederhanakan lini produksi mereka. Sebelumnya, mereka juga telah menghentikan model 64GB dan 512GB versi LCD. Dengan hanya fokus pada model OLED, Valve memposisikan Steam Deck sebagai produk premium yang matang, bukan lagi sekadar eksperimen pasar. Meskipun ini membuat harga "tiket masuk" menjadi lebih mahal bagi pemula, hal ini menjamin bahwa setiap pengguna baru akan mendapatkan pengalaman terbaik yang bisa ditawarkan oleh teknologi handheld saat ini.