Gawai
Senin, 6 April 2026 09:04 WIB

Intel diam-diam luncurkan Core Ultra 7 251HX, punya 18 core

Intel diam-diam telah luncurkan prosesor baru mereka, Core Ultra 7 251HX,. Punya 18 core dan punya peningkatan AI.

Intel baru saja meluncurkan prosesor laptop kelas atas terbarunya, Core Ultra 7 251HX, secara diam-diam melalui pembaruan di situs resmi mereka. Mengisi celah performa antara Ultra 5 245HX dan Ultra 7 255HX, cip ini membawa susunan 18 core dengan sejumlah penyesuaian teknis pada arsitekturnya.

Kenapa ini penting?

Varian silikon baru ini memberikan fleksibilitas tambahan bagi para pabrikan laptop yang ingin merakit mesin gaming atau perangkat high-performance dengan profil suhu atau efisiensi yang lebih spesifik. Meskipun kecepatan maksimal dan performa AI-nya sedikit dipangkas, Intel menebusnya dengan mendongkrak kecepatan frekuensi dasar (base clock) prosesor ini secara signifikan.

Apa saja detailnya?

Konfigurasi Inti Lebih Ramping

Alih-alih menggunakan format 20 core seperti kakaknya, 255HX, Ultra 7 251HX hadir dengan konfigurasi 18-core/18-thread. Pengurangan ini murni berasal dari pemangkasan pada Performance cores (P-cores) yang kini menjadi 6 unit yang dimana turun dari 8, sementara Efficient cores (E-cores) tetap berjumlah 12 unit.

Pertukaran Kecepatan Clock

Kecepatan frekuensi Max Turbo sedikit diturunkan menjadi 5.1 GHz, atau sekitar 100 MHz lebih lambat. Sebagai gantinya, base clock E-core meroket tajam ke angka 2.5 GHz dimana naik 700 MHz, dan base clock P-core juga didongkrak naik sebesar 500 MHz.

Penyesuaian Grafis & Kemampuan AI

Spesifikasi grafis terintegrasi ikut dipangkas, kini hanya mengandalkan 3 core Xe3, dimana turun dari 4 core. Pemangkasan ini berimbas pada kapabilitas kecerdasan buatan, di mana Ultra 7 251HX mencatatkan angka 30 AI TOPS, lenbih tinggi dibandingkan 33 AI TOPS pada 255HX. Spesifikasi esensial lainnya seperti rentang TDP (45W-160W) serta kombinasi cache L2 dan L3 sebesar 30 MB tetap dipertahankan.

Pax insight

Core Ultra 7 251HX merupakan langkah kompromi taktis dari Intel. Dengan mengorbankan sedikit potensi grafis bawaan dan dua core performa demi frekuensi kerja dasar yang jauh lebih tinggi, prosesor ini tampaknya dirancang khusus untuk laptop gaming yang akan selalu disandingkan dengan kartu grafis terdedikasi (GPU) yang jauh lebih bertenaga.