Gawai
Senin, 6 April 2026 11:21 WIB

Samsung Messages bakal tutup Juli 2026, ini gantinya

Samsung resmi menghentikan Samsung Messages pada Juli 2026. Pengguna Galaxy akan diarahkan menggunakan Google Messages.

Samsung resmi mengumumkan akan menghentikan layanan aplikasi Samsung Messages mulai Juli 2026. Sebagai penggantinya, pengguna perangkat Galaxy akan diarahkan untuk menggunakan Google Messages sebagai aplikasi pesan default di masa mendatang.

Kenapa ini penting?
Produsen smartphone mulai menyederhanakan aplikasi bawaan agar lebih terintegrasi dengan layanan utama seperti milik Google. Banyak pengguna memang lebih terbiasa menggunakan satu aplikasi pesan utama dengan fitur modern dibanding memiliki banyak aplikasi serupa dengan fungsi berbeda.

Penghentian Samsung Messages 
Langkah penghentian aplikasi ini sebenarnya bukan hal mendadak, karena Samsung sudah memulai proses transisi sejak beberapa generasi perangkat sebelumnya. Berikut hal-hal penting terkait penghentian layanan ini, antara lain:

  • Samsung Messages akan dihentikan pada Juli 2026
  • Beberapa perangkat terbaru sudah tidak menggunakannya sebagai default, seperti Samsung Galaxy Z Fold 6, Samsung Galaxy Z Flip 6, dan Samsung Galaxy S25 Series
  • Pengguna diberikan waktu untuk beradaptasi

Artinya, proses penghentian bertahap ini bertujuan meminimalkan dampak bagi pengguna yang masih mengandalkan Samsung Messages sebagai aplikasi utama.

Google Messages standar baru 
Peralihan ke Google Messages bukan hanya soal mengganti aplikasi, tetapi juga bagian dari adopsi teknologi komunikasi modern yang lebih terintegrasi. Fitur utama inilah yang jadi alasan peralihan tersebut:

  • Pengiriman foto dan video kualitas tinggi
  • Group chat lintas perangkat dan sistem operasi
  • Real-time typing indicator dan sinkronisasi chat
  • Integrasi AI dari Google Gemini
  • Dukungan teknologi RCS (Rich Communication Services)

Pax Insight 
Keputusan Samsung ini menunjukkan bahwa produsen kini lebih menggunakan aplikasi standar yang sudah matang daripada mengembangkan aplikasi sendiri. Disisi lain, pendekatan ini justru menguntungkan pengguna karena pembaruan fitur biasanya lebih cepat dan kompatibilitas antar perangkat menjadi lebih konsisten.