Gawai
Senin, 2 Maret 2026 08:07 WIB

Honor pamer kamera gimbal mini 200MP

Konsep Robot Phone Honor hadir dengan kamera 200MP berlengan robot, bisa tracking objek hingga gerak ikut musik.

Menjelang ajang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Honor menarik perhatian dengan mengungkapkan detail lebih lanjut soal konsep “Robot Phone”. Perangkat ini memiliki kamera 200MP di lengan robot mini dengan sistem gimbal tiga sumbu yang memungkinkan kamera bergerak, berputar, hingga mengikuti objek secara otomatis. 

Kenapa ini menarik?
Konsep ini menarik, karena Honor mencoba menggeser narasi inovasi smartphone dari sekadar angka spesifikasi ke arah pengalaman interaktif. Kamera yang bisa mengikuti objek, bahkan menari mengikuti musik menghadirkan pendekatan baru, sehingga smartphone terasa lebih ekspresif, bukan hanya alat dokumentasi. 

Spesifikasi kunci & artinya 
Jika melihat lebih dalam, ada beberapa poin teknologi yang membuat perangkat ini terasa ambisius:

  • Gimbal robot tiga sumbu + 4 degree of freedom

Honor menyematkan sistem stabilisasi kompleks dalam bodi ponsel, memungkinkan gerakan kamera lebih fleksibel dibanding modul konvensional.

  • Micro motor buatan sendiri

Untuk mengontrol pergerakan kamera, Honor mengembangkan micro motor internal agar sistem tetap ringkas namun presisi.

  • Material setara engsel flagship foldable

Lengan robot menggunakan material yang diklaim setara dengan engsel Honor Magic V6 dengan kekuatan tarik hingga 2800 MPa.

  • Fitur Super Steady & Spinshot

Mode Super Steady meningkatkan stabilisasi video, sementara Spinshot memungkinkan kamera berputar 90–180 derajat untuk pengambilan gambar sinematik.

Selain itu, kamera ini mendukung pelacakan objek berbasis AI untuk video call yang lebih dinamis. Konsep ini yang disebut mirip dengan Center Stage milik Apple, namun dengan fleksibilitas gerakan lebih luas.

Pax Insight 
Honor tampaknya ingin membangun diferensiasi di tengah pasar smartphone yang makin homogen. Dengan menghadirkan kamera robotik yang punya kepribadian. Konsep ini berpotensi membuka kategori baru: smartphone sebagai perangkat ekspresif yang bergerak dan merespons, bukan lagi modul kamera statis di sudut bodi.