AI
Minggu, 1 Maret 2026 15:19 WIB

Perplexity jadi senjata rahasia Samsung

Untuk meningkatkan kemampuan AI secara menyeluruh, Samsung ternyata andalkan Perplexity untuk urusan AI selain Gemini milik Google.
Samsung Galaxy S26 Ultra

Pada ajang Galaxy Unpacked terbaru, Samsung mengumumkan integrasi tingkat sistem yang sangat mendalam dengan Perplexity AI untuk lini Galaxy S26. Pengguna kini dapat memanggil asisten AI ini secara langsung menggunakan perintah suara khusus "Hey Plex", menandai langkah besar menuju ekosistem smartphone multi-AI.

Kenapa harus Perplexity?

Selama ini, asisten bawaan di ekosistem Android hampir sepenuhnya didominasi oleh Google Gemini. Keberhasilan Perplexity mendapatkan akses sistem yang sejajar dengan Google di sistem operasi seluler raksasa ini membuktikan bahwa agen AI kini mulai bergeser dari sekadar aplikasi pihak ketiga menjadi utilitas bawaan yang memberi pengguna kebebasan memilih.

Dalam integrasi ini, pengguna bisa memanfaatkan banyak fitur Perplexity langsung dari perangkat Samsung, diantaranya :

  • Akses Tingkat Sistem : Tim teknisi Perplexity dan Samsung bekerja sama merombak kerangka kerja Bixby. Mereka menanamkan API Sonar milik Perplexity langsung ke berbagai aplikasi bawaan Samsung, seperti Kalender, Jam, Galeri, Catatan, dan Pengingat.
  • Agentic Browsing : Peramban bawaan Samsung, yakni Samsung Internet juga akan menggunakan teknologi Comet dari Perplexity untuk pengalaman penjelajahan web yang lebih pintar dan otomatis.
  • Aktivasi Suara Instan : Pengguna Galaxy S26 tidak perlu repot membuka kunci layar atau mencari aplikasi. Cukup sebutkan "Hey Plex" untuk langsung memulai pencarian dalam hitungan detik—berdampingan harmonis dengan perintah "Hey Google".

Perplexity masih enggan bikin smartphone sendiri

Meski integrasinya sangat dalam, Chief Business Officer Perplexity, Dmitry Shevelenko, menegaskan bahwa perusahaannya tidak tertarik untuk memproduksi smartphone (perangkat keras) sendiri dan akan tetap fokus menjadi mitra perangkat lunak bagi pabrikan (OEM).

Pax insight

Samsung bertaruh bahwa memberi kebebasan kepada pengguna untuk memilih agen AI favorit mereka—sampai ke tingkat framework dan perintah suara—akan menjadi nilai jual strategis yang kuat untuk membedakan Galaxy S26 dari para kompetitornya di pasaran.